Lakukan Langkah Ini untuk Mencegah Risiko Preeklamsia
Di dalam dunia medis, preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Pada beberapa kasus, preeklamsia kadang-kadang bisa berkembang tanpa gejala atau hanya muncul gejala ringan.

JAKARTA – Di dalam dunia medis, preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Pada beberapa kasus, preeklamsia kadang-kadang bisa berkembang tanpa gejala atau hanya muncul gejala ringan.
Dilansir dari Dokter Sehat, dr. Jati Satriyo mengatakan, pemeriksaan rutin tekanan darah saat hamil adalah sesuatu yang penting untuk mendeteksi ada atau tidaknya hipertensi pada kehamilan. Ia juga mengungkapkan bahwa tekanan darah tinggi adalah sesuatu yang umum terjadi pada ibu hamil.
“Hipertensi sebenarnya umum terjadi selama kehamilan, tapi bagi Bumil yang punya riwayat hipertensi sebaiknya rutin melakukan konsultasi ke dokter sebelum dan selama kehamilan karena kondisi ini dapat menyebabkan masalah bagi Bumil dan juga janin di dalam rahim,” katanya.
Lantas apa yang dilakukan untuk mencegah terjadinya preeklamsia?
Menurut dr. Jati Satriyo, ibu hamil perlu membatasi asupan garam, membatasi makan makanan yang banyak mengandung lemak, memperbanyak konsumsi serat, olahraga rutin sesuai dengan kemampuan, istirahat yang cukup, menghindari kopi, alkohol, atau rokok, serta memperbanyak asupan cairan minimal 2 liter perhari.
Memantau tekanan darah secara rutin adalah hal yang penting dilakukan selama kehamilan, terutama bila ditemukan angka tekanan darah tinggi dalam 2 kali pemeriksaan rutin yang terpisah. Jika ibu hamil mengalami kondisi ini, segera konsultasi dengan dokter kandungan agar tidak berisiko terkena preeklamsia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

