Advertisement
Kesehatan

Kayu Manis Bantu Menurunkan Berat Badan, Ini Caranya

Kayu manis biasa digunakan untuk bumbu masakan sebagai penambah rasa dan pengharum makanan. Kayu manis yang kaya rasa tidak hanya memiliki manfaat kesehatan, tetapi juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

TIMES Indonesia,
Kayu Manis Bantu Menurunkan Berat Badan, Ini Caranya
Ilustrasi - kayu manis (lifestyle.okezone.com)
A-AA+

JAKARTA Kayu manis biasa digunakan untuk bumbu masakan sebagai penambah rasa dan pengharum makanan. Kayu manis yang kaya rasa tidak hanya memiliki manfaat kesehatan, tetapi juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Dilansir dari Timesofindia, manfaat air rebusan kayu manis bisa menurunkan berat badan Anda. Kayu manis dikenal mampu memperlancar metabolisme tubuh, meregulasi level gula darah dan meningkatkan fungsi insulin. Ketiga fitur tersebut jika terjadi bersamaan bisa mendukung target penurunan berat badan.

Advertisement

Menurut sebuah studi dari Jepang yang dipublikasikan melalui the Journal of Nutritional Science and Vitaminology di 2012, kayu manis disebut mampu memerangi lemak visceral pada tikus.

Edisi-Rabu-18-Desember-2019-kayu-manis.jpg

Cara membuat rebusan kayu manis cukup mudah. Siapkan satu sendok teh madu, lemon secukupnya, dan 1 batang kayu manis. Rebus batang kayu manis dalam air sampai harum. Peras sedikit lemon di dalamnya dan tambahkan satu sendok teh madu ke dalamnya. Kombinasi lemon, madu, dan kayu manis sangat bagus untuk menurunkan berat badan.

Selain madu dan lemon, Anda bisa menambahkan rempah-rempah lain seperti jahe, lada, kapulaga, dan daun mint untuk membuat minuman itu lebih sehat dan enak.

Namun, perlu dipahami bahwa Anda tidak cukup hanya minum air rebusan Kayu manis. Agar proses menurunkan badan lebih maksimal, Anda tetap perlu olahraga rutin dan pola makan seimbang. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia