Advertisement
Kesehatan

Dampak Buruk Headset Wireless Masih Jadi Polemik di Dunia Kesehatan

Bahaya penggunaan headset wireless jadi polemik di dunia kesehatan sampai saat ini.

TIMES Indonesia,
Dampak Buruk Headset Wireless Masih Jadi Polemik di Dunia Kesehatan
Ilustrasi - Headset Wireless (FOTO: rexus)
A-AA+

MALANG Bahaya penggunaan headset wireless jadi polemik di dunia kesehatan sampai saat ini.

Menurut dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT), dr Andrew Halim Sp THT KL, bahaya tentang penggunaan headset wireless memang sudah menjadi polemik di berbagai negara.

Advertisement

“Mengenai penggunaan headset wireless memang sudah menjadi polemik di berbagai negara, berbagai ahli sudah menyuarakan bahwa headset wireless itu mengandung gelombang radiasi yang berpotensi membawa dampak buruk bagi manusia,” paparnya, Rabu (18/12/2019).

Namun ia juga menjelaskan bahwa radiasi yang ada dalam headset wireless merupakan radiasi level rendah.

dr-Andrew-Halim.jpg
dr Andrew Halim Sp THT KL

dr Andrew menambahkan bahwa penelitian terhadap dampak buruk yang diakibatkan oleh headset wireless ini memang cukup rumit. Menurutnya, dampak buruk yang potensial yang mungkin terjadi yaitu seperti kanker atau gangguan memori penyebabnya adalah multifaktorial.

“Contohnya kanker yang dapat disebabkan oleh kombinasi dari infeksi virus, perokok, dan juga paparan terhadap radiasi. Dan ini yang menyebabkan penelitiannya menjadi cukup rumit,” terangnya.

Advertisement

dr Andrew menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan headset wireless terlalu lama, karena yang perlu dikhawatirkan sebenarnya adalah efek dari paparan bising atau bunyi terhadap kesehatan pendengaran seseorang.

Edisi-Jumat-20-Desember-2019-hedset.jpg

“Paparan terhadap suara yang keras yang terlalu lama akan merusak sel rambut di koklea. Sel ini adalah alat atau organ dalam tubuh yang berfungsi untuk mengubah gelombang suara menjadi listrik yang kemudian dapat masuk ke sel saraf untuk ditransmisikan ke otak. Paparan suara bising yang berlebihan akan membuat sel rambut koklea ini rusak dan menyebabkan orang menjadi tuli,” tuturnya.

Untuk suara, lanjutnya, sebesar 105 desibel sebaiknya hanya boleh didengarkan selama 1 jam. "Jika melebihi dari 1 jam kemungkinan akan terjadi kerusakan pada sel rambut koklea," imbuhnya saat menjelsakan soal dampak headset wireless pada kesehatan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

W
PenulisWidya Amalia Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia