Advertisement
Kesehatan

dr Jeanatasia Kurnia: Komorbid Miliki Risiko Kematian Lebih Tinggi Jika Terinfeksi Covid-19

Covid-19, bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Namun, mereka yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid, cenderung memiliki risiko kematian yang lebih tinggi jika terinfeksi Covid-19.

TIMES Indonesia,
dr Jeanatasia Kurnia: Komorbid Miliki Risiko Kematian Lebih Tinggi Jika Terinfeksi Covid-19
dr Jeanatasia Kurnia Sari. (FOTO: dr Jeanatasia for TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Covid-19, bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Namun, mereka yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid, cenderung memiliki risiko kematian yang lebih tinggi jika terinfeksi Covid-19. dr Jeanatasia Kurnia Sari menjelaskan, komorbid dari kata komorbiditas, yang artinya ada suatu penyakit lain yang diderita pasien, selain penyakit utamanya.

Jebolan Universitas Kristen Maranatha itu mengatakan, penyakit komorbid bisa berupa hipertensi, diabetes melitus, gagal jantung kronik, penyakit jantung koroner, riwayat stroke.

Advertisement

“Pasien yang memiliki komorbid misalnya penyakit jantung kronik, apabila terkena infeksi Covid-19 akan lebih beresiko dari pada yang tidak memiliki komorbid,” katanya kepada TIMES Indonesia, Rabu (17/3/2021).

Selain itu, Puteri Indonesia Jawa Barat 2020 itu menjelaskan, pada infeksi Covid-19 yang berat, darah akan menjadi kental. Apabila pasien sudah memiliki riwayat penyakit jantung, hal ini akan memperparah kondisi umum pasien.

Jadi lanjut dia, solusinya saat ini, apabila memiliki penyakit komorbid, harus tetap rutin untuk konsultasikan ke dokter supaya penyakit tetap terkontrol.

dr-Jeanatasia-Kurnia-Sari-2.jpg

“Juga antisipasi dengan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak minimal, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Dan jangan lupa mengikuti anjuran pemerintah untuk divaksin apabila sudah memenuhi kriteria/syarat dapat diberikan vaksin,” ujarnya.

Advertisement

Ginjal Risiko Paling Tinggi

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito juga menyampaikan, mereka yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid memang cenderung memiliki risiko kematian yang lebih lebih tinggi jika terinfeksi Covid-19.

"Penyakit ginjal memiliki risiko kematian 13,7 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit ginjal. Penyakit jantung memiliki risiko kematian 9 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit jantung," ujarnya dikutip dari ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, beberapa waktu lalu.

Selain kedua penyakit tersebut, pasien Covid-19 yang juga menderita diabetes melitus memiliki risiko kematian 8,3 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki diabetes melitus.

Kemudian, pasien dengan hipertensi memiliki risiko kematian 6 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit hipertensi. Penyakit imun memiliki risiko kematian 6 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit imun.

Selain itu, kata Wiku, semakin banyak riwayat komorbid yang diderita seseorang, risiko kematian akan semakin tinggi. Mereka yang memiliki 1 penyakit komorbid beresiko 6,5 kali lipat lebih tinggi untuk meninggal saat terinfeksi Covid-19.

Kemudian, pasien disertai dua penyakit komorbid berisiko 15 kali lipat lebih tinggi untuk meninggal.

"Mereka yang memiliki lebih atau sama dengan 3 penyakit komorbid berisiko bahkan 29 kali lipat lebih tinggi untuk meninggal saat terinfeksi Covid-19 dibandingkan dengan yang tidak memiliki kondisi komorbid tersebut," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia