Kesehatan

Si Eling, Inovasi Dinkes Kota Bandung untuk Edukasi HIV/AIDS di Sekolah

Selasa, 13 September 2022 - 22:45 | 34.15k
Si Eling, Inovasi Dinkes Kota Bandung untuk Edukasi HIV/AIDS di Sekolah
Pemkot Kota Bandung lakukan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS di SMP Santa Ursula. (Foto: Humas Kota Bandung/bandung.go.id)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Program edukasi kesehatan tengah diluncurkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung. Program yang dinamakan Si Eling atau Promosi dan Edukasi Kesehatan Keliling ini tujuannya untuk menyampaikan informasi terkait kesehatan bagi siswa-siswa sekolah di kota Bandung. Khusus di bulan September 2022 ini, edukasi yang dilakukan adalah mengenai HIV/AIDS di kota Bandung.

Sub Koordinator Promosi dan Pemberdayaan Dinkes Kota Bandung, Nilla Avianty mengatakan Si Eling adalah program inovasi dari Dinas Kesehatan Kota Bandung. Program Si Eling merupakan salah satu upaya untuk menyebarluaskan informasi dan pesan kesehatan. Terutama isu-isu kesehatan yang terkini kepada masyarakat Kota Bandung dengan berbagai macam saluran.

“Tugas kami memang untuk menyebarluaskan promosi dan informasi dari berbagai macam saluran media. Si Eling ini adalah salah satunya upaya kita untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi yang penting mereka ketahui,” jelas Nilla saat ditemui TIMES Indonesia di kantor Dinkes Kota Bandung Jalan Supratman, pada Selasa (13/9/2022).

Pemkot-Kota-Bandung-b.jpgSub Koordinator Promosi dan Pemberdayaan Dinkes Kota Bandung, Nilla Avianty. (Foto: Megha Nugraha/Times Indonesia)

Selanjutnya dalam kegiatan ini tambah Nilla Dinas Kesehatan Kota Bandung bertugas berkeliling menggunakan mobil operasional mendatangi  ke beberapa sekolah yang merupakan titik-titik strategis.

“Kemudian kita berkeliling ke lokus-lokus strategis. Pesan yang ingin disampaikan beragam tergantung dengan kebutuhan. Seperti di bulan Januari tentang vaksinasi kemudian bulan Juli, Agustus, dan September tentang stunting,” imbuhnya.

Terkait maraknya penyebaran HIV/AIDS di Kota Bandung Nilla menjelaskan bahwa program Si Eling sudah dilaksanakan sejak 5 September 2022 dan akan berlanjut sampai 30 September 2022 nanti.

Untuk menyampaikan informasi tentang pencegahan HIV/AIDS kepada anak-anak sekolah. Dinas Kesehatan kota Bandung pun segera turun ke 11 SMP dan 1 SD di kota Bandung.

“Tujuannya agar mereka tahu sejak dini, bagaimana penularan dan pencegahan virus HIV. Penularannya dari apa, jadi mereka sudah punya benteng dari awal supaya mereka tidak sampai tertular,” papar Sub Koordinator Promosi dan Pemberdayaan Dinkes Kota Bandung.

Pemkot-Kota-Bandung-c.jpgPara Siswa SMP Santa Ursula melakukan foto bersama pada program Si Eling. (Foto: Humas Kota Bandung/bandung.go.id)

Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Dimulai dari tanggal 5 sampai 30  September. Acara tersebut menampilkan narasumber-narasumber dari berbagai instansi terkait.

“Narasumbernya pun beragam seperti dari rumah sakit, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) dan instansi lainnya bersama-sama berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung. Sekaligus dengan pemantauan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di wilayah sekolah,” tambah Nilla.

Menurutnya, antusiasme pihak sekolah sangat positif dengan adanya program Si Eling. Baik dari para siswa maupun dari pihak narasumber. Bahkan dari beberapa lintas sektor menginginkan agar program ini terus berlanjut agar siswa mendapatkan informasi yang kredibel terkait HIV/AIDS.

“Dari pihak sekolah merespons dengan positif, begitu pun dengan anak-anak dan narasumber responsnya sangat antusias. Dalam sebulan ini sudah 12 sekolah yang dikunjungi. Kita juga bahagia menyampaikan dengan baik dan benar. Anak-anak juga mendapatkan narasumber yang terpercaya dan kredibel” ungkapnya.

.Alasan memilih SMP sebagai sasaran program ini, menurutnya, karena pada usia ini para siswa pada usia sekian sedang mengalami masa-masa transisi dalam mencari jati diri.

Menanggapi kasus HIV/AIDS yang terjadi di Kota Bandung ini, kata dia, Dinkes bersama masyarakat berharap agar kasus HIV/AIDS segera menurun. Khususnya terhadap generasi muda kota Bandung agar terus dilakukan edukasi ihwal pengetahuan tentang HIV/AIDS dan berhenti memberi stigma negatif bagi penderitanya.

“Berharap dengan sosialisasi ini dapat mengurangi penularan HIV/AIDS, khususnya di masyarakat kota Bandung. Kemudian menghindari adanya stigma negatif. Kalau memang ada penderita HIV/AIDS jangan dikucilkan,” tutup Nilla menjelaskan tentang program Si Eling di kantor Dinkes Kota Bandung Jalan Supratman. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES