Kesehatan

Edukasi Pencegahan HIV/AIDS di Sekolah Diharapkan Berkelanjutan, Bukan Seremonial

Rabu, 14 September 2022 - 15:00 | 29.62k
Edukasi Pencegahan HIV/AIDS di Sekolah Diharapkan Berkelanjutan, Bukan Seremonial
Kegiatan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS oleh Dinkes Kota Bandung di SMP 3 Pasundan Bandung. (Foto: Megha Nugraha/Times Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Menanggapi kabar maraknya kasus HIV/AIDS, Kepala SMP 3 Pasundan Kota Bandung, Sena mendukung sepenuhnya program edukasi mengenai HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandung ke sekolah-sekolah. Meski demikian, ia mengharapkan kegiatan edukasi dan sosialisasi HIV/AIDS ke sekolah ini tidak sekadar seremonial.

Sena menambahkan agar kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS di sekoalh-sekolah di Kota Bandung ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

“Jangan sampai sebagai seremonial saja. Karena sekarang sedang marak kasus HIV di Bandung, kemudian ada edukasi dan sosialisasi. Sudah berhenti satu kali saja kegiatannya. Nah, jangan seperti itu saja, tapi harus terus berlangsung tiap tahun dan seterusnya. Kalau bisa dilakukan setiap semester,” jelas Kepala SMP 3 Pasundan Kota Bandung, Rabu (14/9/22).

Edukasi dan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS di Kota Bandung ini, menurutnya tidak hanya perlu dilakukan di lingkungan sekolah saja. Akan tetapi, juga harus digalakkan di lingkungan masyarakat. Sebab, menurut dia, kebanyakan kasus-kasus seperti itu terjadi di tingkat masyarakat. Terlebih, banyak siswa hidup di lingkungan luar sekolah.

Kepala-SMP-3-Pasundan-Kota-Bandung.jpg

Kepala SMP 3 Pasundan Kota Bandung tanggapi soal edukasi HIV/AIDS. (Foto: Megha Nugraha/Times Indonesia)

Sehingga, lanjutnya, yang perlu diutamakan dalam program edukasi dan sosialisasi itu harus di lingkungan masyarakat. Pasalnya, anak-anak sekolah masih banyak yang belum mengerti tentang HIV/AIDS itu sendiri. Meski begitu, ia juga tetap mendukung program pemerintah Kota Bandung terkait edukasi dan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS ke sekolah-sekolah.

“Sosialisasi ini harus berlanjut seterusnya sampai ke tingkat masyarakat. Melalui RT, RW, sampai Kelurahan itu sangat perlu sekali. Jadi sasarannya jangan terbatas hanya sekolah. Kalau di lingkungan sekolah jelas tidak mungkin ada pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau sejenisnya,” jelas Sena kepada TIMES Indonesia saat ditemui di SMP 3 Pasundan Kota Bandung.

Pada kesempatan yang sama, Yasin, salah seorang influencer dari Warga Peduli AIDS (WPA) Kota Bandung mengatakan pentingnya penyampaian edukasi terkait virus HIV/AIDS kepada remaja-remaja di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk menghindari  bahaya virus HIV/AIDS.

Yasin-salah-seorang-influencer-dari-Warga-Peduli-AIDS-Kota-Bandung.jpg

Yasin, salah seorang influencer dari Warga Peduli AIDS  Kota Bandung. (Foto: Megha Nugraha/Times Indonesia)

Ia meyakini, informasi-informasi seputar HIV/AIDS jarang ditemui oleh siswa sekolah, baik dari penularan maupun pencegahannya. “Dengan kegiatan ini tentunya dapat menambah informasi dan menambah pengetahuan mereka juga. Supaya mereka mendapat informasi atau sumber yang benar,” jelas Yasin pada kegiatan sosisalisasi HIV/AIDS melalui program ‘Si Eling’ dari Dinkes Kota Bandung yang digelar di SMP 3 Pasundan Bandung.

Kegiatan sosialisasi ini, jelas Yasin, dilakukan secara berkelanjutan. Berbagai rangkaian kegiatan itu terdapat program-program yang dilaksanakan ke tiap-tiap kecamatan di Kota Bandung untuk mengampanyekan bahaya virus HIV/AIDS dan stigma negatif bagi penderitanya.

“Melalui kegiatan itu kita bisa melaksanakan semua program untuk datang ke tiap kecamatan. Mengadakan berbagai upaya edukasi dan bermacam perlombaan untuk mengampanyekan tidak ada stigma untuk HIV/AIDS di Kota Bandung,” papar Yasin di SMP 3 Pasundan Bandung. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES