Kesehatan

Gagal Ginjal Akut Akibat Anak Sekarang Gopok, Kok Bisa?

Kamis, 27 Oktober 2022 - 19:57 | 32.17k
Gagal Ginjal Akut Akibat Anak Sekarang Gopok, Kok Bisa?
Ilustrasi: Gagal Ginjal Akut Akibat Anak Sekarang Gopok. (Foto: istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTAGagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada balita lagi ramai di jagat kesehatan tanah air. Update jumlah kasus bertambah dan prosentase fatalitas bertambah pula. Jika ditilik secara mendasar, semua terjadi karena daya tahan tubuh anak sekarang lemah. Di Jawa dibilang anak-anak sekarang "gopok" (gampang kena sakit).

Mengapa anak-anak sekarang gopok sehingga mudah kena penyakit? Apa penyebabnya? Bagaimana mengatasinya? Berikut analisis founder Lembaga Riset Mikrobiota AMRO Intitute, Ge Recta Geson, tentang problem ini. 

***

Patogenesis GGAPA

Pada dasarnya kasus GGAPA menyerang balita yang memiliki respon imun berlebihan (overreactive immune response). Respon imun berlebihan membuat balita rentan dengan berbagai jejas seperti debu, dingin, protein seafood, laktosa dalam susu termasuk EG (etilen glikol). 

Apa pengebab respon imun berlebihan? Jawabnya karena Dysbiosis. Artinya, patogen mengambil alih dominasi probiotik dalam usus-lah yang merupakan penyebab respon imun yang berlebihan. 

EG dimetabolisme oleh enzym tubuh menjadi asam oksalat. Asam oksalat yang tidak didegradasi probiotik dapat diserap usus, lalu melalui peredaran darah diekskresikan ke ginjal. Dalam ginjal berikatan dengan kalsium membentuk kristal kalsium oksalat. 

Balita dengan respons imun berlebihan, manakala mendapat jejas kristal kalsium oksalat  menimbulkan keradangan hebat dan bisa berujung pada kegagalan ginjal. 

Patogenesis Respon Imun Berlebihan

Ibu menurunkan probiotik ke bayinya melalui jalan lahir dan memberi ASI. Lazimnya setelah 1000 hari (3 tahun) kolonisasi mikrobiota menjadi sempurna. 

Kolonisasi mikrobiota terlambat (Immature Gut Microbiota) pada bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar dan tidak mendapat ASI. Immature gut microbiota merupakan salah satu bentuk dysbiosis. Diperburuk oleh pola hidup balita yang tidak sehat dan pemakaian antibiotik yang tidak rasional. 

Balita khususnya diperkotaan kurang aktifitas outdoor, malas gerak, lebih banyak menghabiskan waktu bermain gadget dalam kamar. Hal ini mengakibatkan probiotik tidak berkembang, sebaliknya patogen tumbuh subur. Lalu terjadilah dysbiosis. 

Dysbiosis semakin diperburuk oleh pemakaian antibiotik yang tidak rasional. Antibiotik memang dipakai untuk tujuan membunuh patogen penyebab penyakit infeksi. Namun antibiotik membunuh lebih banyak probiotik. 

Dysbiosis Penyebab Respon Imun Berlebihan 

Mikrobiota yang beragam dan seimbang (eubiosis) mendidik sel imun untuk memproduksi sitokin proinflamasi (respon imun pemicu radang) seimbang dengan sitokin antiinflamasi (respon imun pereda radang). 

Memiliki respon imun yang seimbang membangun pertahanan tubuh terkuat. Tersedia sitokin proinflamasi (ibarat senjata api) untuk menghancurkan benda asing atau melumpuhkan musuh  dan tersedia sitokin antiinflamasi (ibarat pemadam kebakaran) untuk memadamkan api jangan sampai membakar rumah sendiri (badai sitokin), setelah musuh dilumpuhkan. 

Dysbiosis sebaliknya menyebabkan respon imun berlebihan. Sel imun memproduksi lebih banyak sitokin proinflamasi daripada sitokin antiinflamasi. Benda asing atau musuh bisa dimusnahkan tapi api akibat tembakan membakar rumah sendiri. 

Respon Imun Berlebihan Rentan Jejas

Balita dengan respon imun berlebihan akan menderita; 1). Alergi ketika terpapar debu, serbuk sari bunga dan dingin. 2). Lactosa Intolerant setelah minum susu sapi. 3). Autoimmune ketika terpapar patogen.  Dan 4). GGAPA manakala mendapat jejas kristal kalsium oksalat yang merupakan metabolit EG. 

Membangun Respon Imun Seimbang

Pola hidup sehat: tidur cukup, berolahraga teratur (tidak malas gerak), makan makanan bergizi seimbang dan megelola stres, dapat menumbuhkan probiotik untuk membangun mikrobiota yang beragam dan seimbang. 

Cegah atau restorasi dysbiosis dengan dengan suplementasi rutin probiotik. Probiotik Multistrain lebih cepat merestorasi dysbiosis menjadi kembali beragam dan seimbang. 

Memiliki respon imun yang seimbang membangun pertahanan tubuh terkuat baik terhadap invasi patogen maupun terhadap keradangan akut/kronis akibat berbagai macam jejas. 

PRO EM1 adalah Suplemen Kesehatan yang mengandung probiotik multistrain dan metabolit aktif dengan masa simpan yang panjang. Telah mendapat izin edar BPOM sebagai Suplemen dalam negeri, berbahan baku 100% lokal. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

KOPI TIMES