Kesehatan

Warga Kota Malang Diminta Waspada Leptospirosis Saat Banjir Tiba

Minggu, 13 November 2022 - 16:09 | 14.72k
Warga Kota Malang Diminta Waspada Leptospirosis Saat Banjir Tiba
Ilustrasi tikus. (Foto: Pixabay)

TIMESINDONESIA, MALANG – Akhir-akhir ini wilayah Kota Malang tengah dilanda cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang. Tak sedikit, sejumlah wilayah pun harus dilanda banjir akibat cuaca ekstrem tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat pun harus waspada dengan adanya penyakit penyerta banjir, yakni Leptospirosis atau biasa dikenal dengan penyakit kencing tikus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, masyarakat kini harus waspada dengan Leptospirosis, penyakit penyerta banjir tersebut.

Ia meminta masyarakat untuk menggunakan sarung tangan dan sepatu boots guna meminimalisir dampak terkena penyakit Leptospirosis.

"Gunakan sarung tangan dan sepatu boots, baik saat membersihkan rumah atau selokan maupun saat berjalan di kawasan titik banjir. Selain itu, cuci tangan dengan sabun setelah selesai aktivitas," ujar Husnul, Minggu (13/11/2022).

Ia menjelaskan, penyakit ini disebabkan oleh Leptospira yang dimana dibawa oleh tikus melalui urinenya.

"Jadi Leptospirosis ini dapat menyebar melalui air atau tanah yang telah terkonfirmasi urine hewan pembawa bakter Leptospira. Hewan itu adalah tikus," ungkapnya.

Untuk penularan kepada manusia, dapat terjadi melalui sejumlah mekanisme. Diantaranya seperti kontak langsung antara kulit dengan urine hewan pembawa bakteri Leptospira.

Kemudian, kontak antar kulit dengan air dan tanah yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri Leptospira ataupun mengonsumsi makanan yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri Leptospira.

"Bakteri Leptospira ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka baik kecil seperti luka lecet atau luka besar seperti luka robek. Bakteri ini juga dapat masuk melalui mata, hidung dan mulut," bebernya.

Kemudian, untuk gejala seseorang yang terkena Leptospirosis, yakni demam mendadak, kondisi badan lemah, mata merah, kekuningan di bagian kulit, sakit kepala dan nyeri otot betis.

"Gejalanya memang mirip dengan flu dan demam biasa. Namun bila tidak segera diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal hingga kematian. Jadi segera ke fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES