Kesehatan

7.568 Balita di Bandung Belum Bebas Stunting

Senin, 14 November 2022 - 19:03 | 16.14k
7.568 Balita di Bandung Belum Bebas Stunting
Poster cegah stunting dan kenali penyebabnya. (FOTO: Ilustrasi/P2PTM Kemkes)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Ketua TP PKK Kota Bandung, Yunimar Mulyana menyebut, sebanyak 7.568 balita di Kota Bandung dalam kondisi stunting karena mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi. 

Stunting merupakan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Karena stunting dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan anak, dan tidak hanya menyerang secara fisik tapi juga perkembangan anak.

"Kota Bandung saat ini juga belum terbebas dari masalah stunting, pada tahun 2021 masih ada sekitar 7,59 persen atau sebanyak 7.568 balita dalam kondisi stunting," kata Yunimar di Hotel Four Points, Senin (14/11/2022).

peluncuran-Dapur-Sehat-Atasi-Stunting.jpgAcara peluncuran Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), di Hotel Four Points, Bandung Senin (14/11/2022). (FOTO: Humas Bandung)

Ia menambahkan, PKK menghadirkan kolaborasi dengan berbagai sektor dalam memberikan solusi terhadap masalah stunting ini. Bekerja sama dengan DPPKB Kota Bandung melaksanakan pelatihan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dengan tema ‘Dashat PKK di Kampung KB Atasi Stunting’.

"Melalui pelatihan ini para kader dan penggerak di lapangan mendapatkan pencerahan tentang pentingnya makanan yang sehat dan bergizi untuk mengatasi stunting. dalam program PKK kami mengenal juga dengan istilah makanan B2SA (makanan beragam, bergizi seimbang dan aman)," ujarnya.

Yunimar menerangkan, Kota Bandung telah melakukan berbagai inovasi dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting, yaitu Bandung Tanginas (Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat) yang merupakan kegiatan TP PKK Kota Bandung yang dalam pelaksanaannya telah bekerja sama dengan berbagai pihak.

peluncuran-Dapur-Sehat-Atasi-Stunting-2.jpgAcara peluncuran Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), di Hotel Four Points, Bandung, Senin (14/11/2022). (FOTO: Humas Bandung)

"Gerakan ini dilakukan mulai tahun 2019 bekerja sama dengan Baznas Kota Bandung dalam penyaluran makanan siap santap yang bergizi seimbang bagi 1000 HPK di 15 kelurahan lokus stunting," papar Yunimar.

Kemudian kata dia gerakan tersebut bertambah pada tahun 2021. Masih bekerja sama dengan Baznas Kota Bandung pemberian pangan aman dan sehat dilakukan di 151 kelurahan se-Kota Bandung.

Selain itu, lanjutnya TP PKK melakukan pelatihan kader posyandu di Kota Bandung bekerjasama dengan PDGMI (Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam menimbang dan mengukur balita di Posyandu serta meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting.

"TP PKK juga bekerja sama dengan Telkom University dalam mengembangkan aplikasi Bandung Tanginas dan membuat alat ukur timbangan dan tinggi badan digital yang tersambung dengan aplikasi Bandung Tanginas," jelasnya.

Lebih lanjut, stunting menurut dia, merupakan permasalahan kronis yang memerlukan penanganan secara cepat dan menyeluruh. Penyuluh KB, dan institusi masyarakat perkotaan (IMP), TP PKK sebagai ujung tombak program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (bangga kencana) dapat memainkan peran penting untuk mengintervensi keluarga berisiko stunting secara langsung di lapangan.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan stunting diakibatkan oleh sanitasi, lingkungan hingga gizi yang buruk. Jika lingkungan, maka harus ODF 100 persen.

“Kalau gizi buruk, pelatihan seperti ini, untuk bayi juga ibunya dapatkan gizi yang seimbang,” ungkapnya pada acara peluncuran Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), di Hotel Four Points, Senin (14/11/2022).

Hadirnya Dashat ini, lanjut Yana, dapat membawa kampung KB menjadi berkualitas. Dengan diadakan pelatihan ini dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting (terutama dari keluarga yang kurang mampu).

"Kegiatan ini pun diupayakan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi keluarga berisiko stunting melalui optimalisasi berbagai sumber daya dalam rangka mempercepat upaya penurunan stunting," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung, Kenny Kaniasari menerangkan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi manfaat kampung keluarga berkualitas bagi masyarakat.

Kampung KB merupakan salah satu senjata pamungkas pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, dimana sebagai ikon pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

"Kampung KB (Keluarga Berkualitas) saat ini diisi dengan salah satu kegiatan yang baru yaitu dalam kegiatan Dashat, jadi kegiatan ini diharapkan dapat membawa kampung KB menjadi berkualitas," ujarnya.

Kenny mengatakan, tujuan penyelenggaraan pelatihan ini memberikan pemberdayaan masyarakat soal gizi seimbang.

"Meningkatkan kualitas gizi masyarakat keluarga berisiko stunting di Kota Bandung. Juga sebagai upaya penurunan stunting khususnya di tingkat kewilayahan," tuturnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES