Kesehatan

Dinkes Pastikan Varian Omicron XBB dan BQ.1 Belum Masuk Pacitan

Selasa, 22 November 2022 - 15:58 | 15.38k
Dinkes Pastikan Varian Omicron XBB dan BQ.1 Belum Masuk Pacitan
Kepala Dinkes Pacitan dr. Trihariadi Hendra Purwaka memastikan varian baru Omicron XBB dan BQ.1 belum ditemukan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Meski belum ada laporan kasus positif, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dr. Trihariadi Hendra Purwaka menekankan, kemunculan varian baru omicron XBB dan BQ.1 mengharuskan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. 

"Sampai sekarang varian baru XBB dan BQ.1 di Pacitan belum terdeteksi, maksudnya belum ada laporan baik dari gejala sesuai monitoring tim survey lines kami," katanya, Selasa (22/11/2022). 

Menurut Hendra, gejala varian baru omicrob XBB dan BQ.1 tersebut tidak jauh beda dengan omicron. Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, pihaknya mengaku telah mengeluarkan edaran kewaspadaan dan kesiapsiagaan kepada pelayanan fasilitas kesehatan yang ada. 

"Sesuai data, boleh dikatakan belum ada, sebetulnya gejalanya hampir sama dengan omicron, tapi ini lebih ringan dan tingkat kematiannya rendah," terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Hendra, vaksinasi guna peningkatan kekebalan tubuh atau herd immunity secara massif mesti digalakkan kembali. Utamanya bagi orang dengan penyakit bawaan. Alasan yang paling mendasar adalah rawan terserang penyakit atau virus.

"Karena vaksin ini kan luar biasa aktif untuk menjaga kekebalan tubuh. Mohon selalu menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker dengan pemasangan yang benar dan jauhi kerumunan," tuturnya.

Hendra menyebutkan, capaian vaksinasi booster di Kabupaten Pacitan masih dibawah angka 30 persen. Animo masyarakat dalam hal ini menurun lantaran sudah merasa kebal sehingga tak perlu mengikuti imunisasi.

"Banyak yang belum, cakupannya masih di bawah 30 persen. Saya mewanti-wanti kepada warga yang belum vaksin booster segera minta dosis 1, langsung saja ke tempat pelayanan faskes," pintanya.

Dengan demikian, masih dikatakan Hendra, Kabupaten Pacitan sejatinya tengah melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM. Namun titik penekanannya lebih kepada protokol kesehatan.

"Kita sebetulnya sudah masuk PPKM level 1 karena di daerah lain tingkat positifnya meningkat. Kami juga belum melakukan sequencing, apakah generasi turunan atau bukan, karena tidak ada kontak riwayat dari luar," jelasnya.

Selain itu, dia juga berpesan kepada warga terkait penyakit tahunan yang rawan menjangkit seperti demam berdarah dengue (DBD) mengingat kondisi cuaca saat ini tidak stabil sehingga memicu munculnya berbagai bencana non alam.

"Selalu menjaga pola hidup sehat, lindungi keluarga. Meski sudah divaksin booster satu tetap harus hati-hati," pungkas Kepala Dinkes Pacitan Trihariadi Hendra Purwaka. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES