Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan Mental dari Psikolog RSUD Jombang 

Jumat, 09 Desember 2022 - 14:25 | 90.41k
Widayanti, Psikolog RSUD Kabupaten Jombang. (FOTO : Rohmadi/TIMES Indonesia)
Widayanti, Psikolog RSUD Kabupaten Jombang. (FOTO : Rohmadi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Pernah merasa sehat dan tidak pernah mempunyai penyakit? Namun, bagaimana dengan kesehatan mental Anda? Apakah kalian benar-benar sehat hari ini? 

Kali ini Widayanti, Psikolog RSUD Kabupaten Jombang akan membagikan ilmu dan tips mejaga kesehatan mental. Menurutnya, kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. 

"Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang," kata Widayanti kepada TIMES Indonesia, usai mengisi podcast Humas RSUD Jombang menyapa, Kamis (8/12/2022). 

Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri. 

Widayanti-2.jpgWidayanti saat memaparkan materi pentingnya menjaga kesehatan metal pada podcast Humas RSUD Jombang menyapa, Kamis (8/12/2022). (FOTO : Rohmadi/TIMES Indonesia)

Beberapa jenis gangguan mental yang umum ditemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis. Beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan. 

Seperti yang diketahui, berdasarkan WHO dan Kemenkes RI Kesehatan Mental merupakan kondisi ketika individu merasakan ketenangan batin, tenteram dan nyaman sehingga memungkinkan individu tersebut menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang di sekitarnya. 

"Individu dapat menggunakan potensi diri secara maksimal dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dapat berkembang optimal baik secara fisik, intelektual dan emosional, sepanjang hal itu sesuai dengan keadaan orang lain," terangnya. 

Ciri orang yang sehat mental

Menurut Maslow dan Mittleman, orang yang sehat mental memiliki karakter sebagai berikut : 

1. Memiliki rasa aman yang memadai 

Bisa menjalin relasi dengan siapapun tanpa rasa khawatir, curiga atau takut baik berinteraksi dengan diri sendiri, orang lain, pekerjaan, keluarga maupun masyarakat.

Kontak yang jelas dengan realitas : adanya kesadaran individu akan dimensi ruang dan waktu. Tahu sedang berada dimana, melakukan apa, hari apa dan untuk tujuan apa. 

2. Mampu belajar dari pengalaman 

Lebih fleksible dalam mebcari solusi atas masalahnya, bisa memanfaatkan pengetahuannya dan mempraktikkannya. 

3. Mampu menilai diri secara memadai 

Harga diri yang sehat dan memiliki perasaan berguna, tidak minder berlebihan sampai tidak berani keluar rumah, tetapi juga tidak sangat terlalu PD sehingga beranggapan bahwa semua orang berada jauh diatasnya. Mengenal kelebihan dan kelemahannya serta tidak terpuruk dengan kelemahan dirinya. 

4. Memiliki tujuan hidup yang wajar 

Tanpa tujuan hidup orang mudah jatuh dalam kondisi depresi ketika mengalami masalah. Banyak orang tidak memiliki tujuan hidup sehingga mereka menjalani hari-harinya dengan perasaan hampa. 

5. Minat sosial dan perasaan kemanusiaan 

Adanya perasaan kemanusiaan bahwa individu merupakan bagian dari komunitas sosial dan ingin terlibat didalamnya. Pekerjaan atau apa yang dilakukan bukanlah beban, melainkan sesuatu yang perlu dilakukan karena mereka mencintai apa yang mereka kerjakan. 

Tips memiliki mental yang sehat (fully functioning person) 

1. Pilih salah satu ciri karakter di atas, 

2. Coba terapkan satu citi tersebut dalam pikiran, perasaan dan perilaku

3. Lakukan secara berulang-ulang dalam perione waktu tertentu

4. Rasakan perubahan yang signifikan 

Bagaimana menjaga kesehatan mental saat menghadapi masalah? 

Ketika menghadapi masalah atau teringat kepada masalah di masa lalu, Anda bisa menanyakan hal ini pada diri sendiri : 

1. Apakah masalah ini penting untuk hidupku?

2. Apa yang aku rasakan saat ini?

3. Mengapa aku terganggu dengan masalah ini?

4. Bagaimana cara menyelesaikan masalah ini, tanpa menyisakan emosi negative yang menghambat kehidupanku selanjutnya? 

Saya tidak berhasil menghadapinya, kemana saya meminta bantuan? 

Ada pada saat tertentu kita membutuhkan orang lain untuk membantu, tetapi yakinkan pada diri sendiri untuk mampu mengatasi masalah dengan kekuatan diri sendiri dulu.

"Namun jika sulit Ingatlah ! kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan merupakan tanggung jawab pribadi kita," kata perempuan yang aktif di Ikatan Psikologi Klinis Indonesia ini. 

Menurutnya, kalian bisa datang ke layanan kesehatan jiwa terdekat bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada professional ahli seperti Psikolog atau Psikiater. 

Lantas kapan waktu tepat konsultasi dengan psikolog? 

Prinsipnya lebih cepat lebih baik, sebelum masalah berkembang tak terkendali dan situasi semakin memburuk. Kenali beberapa indikasinya : 

1. Fungsi adaptif : terdapat penurunan fungsi berfikir, misalnya midah lupa, tidak bisa mempertahankan konsentrasi, sulit memahami perkataan orang lain, terpaku pada 1 ide terus menerus, berfikir negatif atau terhambat dalam mengungkapkan kata-kata. 

2. Fungsi afeksi : mengalami perubahan suasana hati selama 2 minggu berturut-turut, marah yang intens, sedih tanpa sebab jelas. 

3. Fungsi perilaku : perubahan kebiasaan yang menyolok, menangis terus-menerus, agresif, ekspresi kemarahan diluar kebiasaan, sulit tidur atau tidur terlalu banyak. 

4. Fungsi sosial : bermasalah dengan keluarga, konflik dengan orang lain bahkan orang yang tidak dikenal, manarik diri, menutup komunikasi, tidak minat bergaul.

5. Fungsi biologis : jantung berdebar lebih cepat, berkeringat lebih banyak, kelelahan padahal tidak beraktifitas berat, sesak nafas, sakit kepala tiba-tiba, pusing, buang air lebih sering, pencernaan terganggu, dsb. 

"Semakin banyak gejala di atas yang muncul dan dialami semakin menunjukkan tingkat keparahan kondisinya dan harus segera mendapatkan pertolongan," pungkas Perempuan yang tergabung dalam Himpunan Psikolog Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES