Kesehatan

Mengenal Hipertensi, Penyebab Pendarahan Otak pada Indra Bekti

Kamis, 29 Desember 2022 - 14:20 | 95.88k
Indra Bekti mengalami pendarahan otak yang dipicu penyakit hipertensi. (foto: instagram indra bekti)
Indra Bekti mengalami pendarahan otak yang dipicu penyakit hipertensi. (foto: instagram indra bekti)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Publik dikejutkan dengan kondisi kesehatan presenter kondang Indra Bekti. Selebriti berusia 45 tahun ini diketahui mengalami pendarahan otak yang dipicu hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi.

Berdasarkan situs Kementerian Kesehatan, penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Sementara data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut 1 dari 3 orang mengalami penyakit ini.

WHO memperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang terkena hipertensi dengan setiap tahun ada 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi berikut komplikasinya.

"Hipertensi menjadi masalah dunia, karena hipertensi merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, stroke," kata Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM) Kemenkes RI, dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes, seperti dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI.

Hipertensi kerap disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan. Dengan kata lain, penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sampai akhirnya terjadi komplikasi.

Apa Itu Hipertensi?

Pusing.jpg

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit degeneratif. Orang mengalami tekanan darah tinggi apabila tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. 

Risiko Hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia. Tekanan darah yang dibiarkan tinggi dalam waktu cukup lama dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh lain seperti stroke, penyakit jantung koroner (untuk pembuluh darah jantung) dan untuk otot jantung.

Gejala Hipertensi

Pusing-2.jpg

Beberapa gejala bisa menjadi indikasi seseorang mengalami hipertensi. Gejala paling umum adalah sakit kepala. Selain itu muncul kondisi jantung berdebar-debar diikuti sakit di dada, penglihatan kabur serta mudah lelah.


Kelompok berisiko mengalami Hipertensi

1.      Lansia. Pertambahan usia membuat pembuluh darah kehilangan elastisitasnya secara bertahap sehingga berkontribusi pada meningkatnya tekanan darah.

2.      Memiliki riwayat keluarga Hipertensi. Memiliki orangtua dengan riwayat tekanan darah tinggi, dapat berisiko lebih besar untuk mengalaminya.

3.      Memiliki berat badan berlebih. 

4.      Kurang melakukan gerak atau olah raga

5.      Perokok

6.      Seseorang menyukai makanan asin. Mengonsumsi makanan mengandung garam tinggi membuat tubuh menahan cairan yang bisa meningkatkan tekanan darah.

7.      Pengidap penyakit kronis. Mempunyai riwayat penyakit Diabetes, penyakit ginjal berisiko tinggi mengalami Hipertensi.

Mencegah Hipertensi

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk masalah hipertensi, Dokter dari Perhimpunan Hipertensi Indonesia Dr. Tunggul Situmorang SpPD-KGH,FINASIM menyarankan mengendalikan perilaku berisiko.  

Perilaku berisiko adalah merokok, diet tidak sehat seperti kurang konsumsi sayur, buah serta konsumsi gula, garam dan lemak berlebih, serta konsumsi alkohol. "Obesitas, kurang aktivitas fisik, dan stres juga memicu hipertensi," ucapnya.

Untuk mencegah hipertensi seperti dialami Indra Bekti, Anda disarankan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan mengatur pola makan serta rutin berolahraga secara teratur. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES