Kesehatan

Dinkes Banyuwangi Targetkan Angka Stunting Turun Menjadi 17 Persen

Selasa, 03 Januari 2023 - 21:52 | 136.46k
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat. (Foto: Anggara Cahya /TIMES Indonesia)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat. (Foto: Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Menyambut awal tahun, Dinas Kesehatan atau Dinkes Banyuwangi menargetkan penurunan angka stunting pada tahun 2023 di angka 17 persen dengan terus menggeber upaya pencegahan stunting.

Menurut data dari Dinkes Banyuwangi, pada tahun 2022 stunting di Banyuwangi tercatat berada di angka 20,1 persen. Hal tersebut mengalami tren penurun dari tahun 2021 yang tercatat di angka 24 Persen.

Dari data tersebut anak yang mengalami stunting sebanyak 4.371 jiwa di tahun 2022, dari data terbaru Dinkes Banyuwangi, di awal tahun menurun hingga 2704 jiwa, artinya terjadi penurunan secara signifikan hampir kurang lebih 50 persen.

"Kami berharap ada release dari survei Status Gizi Indonesia yang terbaru dan kita targetkan tahun 2023 stunting di Banyuwangi prevalensinya sampai di angka 17 persen," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, Selasa (3/1/2023).

Untuk itu, Amir menambahkan, Dinkes Banyuwangi terus berupaya untuk mencegah dan menahan kenaikan angka stunting terutama adalah ketika tahap masa kehamilan pada ibu atau seribu hari pertama kehidupan, karena pada masa tersebut rawan untuk calon anak mengalami stunting.

"Ketika ibu hamil nutrisi atau gizi akan berurang hingga mengalami anemia, maka calon bayi sangat berpotensi mengalami stunting," ucapnya.

Kegiatan mencegah, masih Amir, akan lebih efektif daripada menangani kasus saat sudah terjadi stunting pada anak, Karena stunting itu irreversible, yakni ketika perkembangan otak itu terjadi pada anak usia nol sampai dua tahun. Jika si anak bisa diselamatkan di masa itu, maka dia akan tumbuh secara optimal.

"Karena jika ada keterlambatan dalam pencegehan stunting saat usia nol hingga dua tahun tersebut maka ini kita anggap sebagai lost generation,” ujarnya.

Stunting adalah isu yang serius untuk bisa ditangani karena menyangkut generasi keberlanjutan oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengalokasikan dana sekitar Tujuh Milyar untuk memberikan bantuan nutrisi kepada ibu hamil resiko tinggi dan bayi usia dua tahun yang mengalami stunting.

Amir juga menjelaskan di tahun 2023 ini nantinya terdapat bantuan nutrisi kepada ibu hamil resiko tinggi dan bayi usia dua tahun sekitar 1296 sasaran. Penerima manfaat tersebut nantinya perhari akan menerima bantuan asupan nutrisi dengan jumlah Rp19.000 atau Rp490.000 perbulanya selama satu tahun.

"Nanti anggaran ini akan dimasukkan ke setiap kecamatan secara proporsional, lalu kecamatan bekerja sama dengan penjual sayur keliling atau Mlijoan maupun warung," ujarnya.

Kemudian warung-warung ataupun Mlijoan tersebut dibayar oleh tim dari kecamatan untuk memberikan natura kepada penerima manfaat yang berupa telur, ikan, dan daging ayam atau daging sapi secara bergantian.

"Dengan bantuan tersebut juga program BTS harapanya dengan target angka stunting bisa turun diangka 17 persen bisa tercapai hingga Zero status," harap Plt Kepala Dinkes Banyuwangi ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES