Kesehatan

Alami Penurunan, Angka Stunting di Kabupaten Kediri Kini 10,23 Persen 

Selasa, 07 Maret 2023 - 21:22 | 78.00k
ilustrasi - Kegiatan posyandu di desa Turus, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri (FOTO: dok Desa Turus)
ilustrasi - Kegiatan posyandu di desa Turus, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri (FOTO: dok Desa Turus)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Angka stunting di Kabupaten Kediri dari tahun ke tahun memperlihatkan tren penurunan. Berdasarkan hasil bulan timbang ataupun aplikasi Sigizi Terpadu Kementerian Kesehatan, angka stunting di Kabupaten Kediri saat ini adalah 10,23 persen. 

Angka itu menurun sekitar 3,87 persen dari yang sebelumnya pada tahun 2022 lalu di angka 14,1 persen.  Dengan dinamika kesehatan masyarakat terus berkembang, terutama dengan makin melandainya pandemi covid-19, angkat stunting juga semakin menurun lagi. Hal itu mengingat pada Februari 2022 lalu, pandemi covid-19 masih cukup tinggi dan posyandu belum kembali buka. 

"Sehingga harus jemput bola terutama untuk resiko tinggi, akhirnya sasaran lebih sedikit. Sementara di bulan Agustus sasaran menjadi 90 persen, dampaknya stunting menurun," tutur Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Retno Nur Azizah, Selasa (7/3/2023). 

Ia menuturkan untuk semakin menekan angka stunting, Dinkes Kabupaten Kediri telah melakukan sejumlah intervensi gizi seperti pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis), pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil, serta pemberian makanan tambahan untuk balita dan ASI Eksklusif. 

Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Ika Tjandra menuturkan pola asuh dan perilaku ibu saat hamil menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi kedepan. 

Para ibu yang memiliki anak balita diminta untuk lebih rutin untuk membawa anaknya ke posyandu. Dengan makin rutin ke posyandu, anak dengan resiko stunting bisa terdeteksi dan diantisipasi sejak dini. "Misal mau rutin ke posyandu, ketika berat badan turun bisa jadi perhatian sehingga tidak jadi stunting," tuturnya. 

Tidak hanya itu, para ibu juga diminta untuk memperhatikan asupan makanan untuk anak. Dimana makanan harus selalu mengandung gizi yang cukup, termasuk protein nabati dan hewani. Selain itu sanitasi juga wajib turut diperhatikan. Dengan lingkungan yang kurang bersih bisa membuat anak lebih mudah sakit. "Seperti infeksi dan diare," ujarnya.

Sementara itu Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Dr.dr. Nurwulan Andadari mengungkapkan, dengan semua desa dan kelurahan di Kabupaten Kediri sudah ditetapkan menjadi locus stunting. Dengan adanya hal tersebut maka akan semakin banyak pihak yang turut ambil bagian dalam penanganan stunting. 

Sebelumnya hanya 42 desa yang merupakan locus stunting. "Semua OPD sampai desa harus memberikan perhatian agar tidak muncul stunting baru," tuturnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES