Kesehatan

Waspada Tertular! Penyakit TBC Banyak Ditemukan di Bondowoso

Selasa, 28 Maret 2023 - 17:21 | 48.58k
Ilustrasi penderita penyakit TBC (Foto: Andrea/pexels.com)
Ilustrasi penderita penyakit TBC (Foto: Andrea/pexels.com)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Pandemi Covid-19 memang sudah berlalu. Tapi berbagai penyakit menular tidak boleh dianggap remeh. Salah satu yang wajib diwaspadai adalah penyakit TBC atau Tuberkulosis.

Triwulan pertama tahun 2023, penyakit menular TBC di Kabupaten Bondowoso sudah mencapai ratusan kasus. Bahkan diprediksi terus bertambah.

TBC memang bisa disembuhkan tetapi membutuhkan waktu yang lama. Bahkan dampak fatal bisa menyebabkan kematian.

Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bondowoso, Goek Fitri Purwandari mengatakan, sudah ada 286 kasus positif TBC di Bumi Ki Ronggo.

Menurutnya, masyarakat yang diduga mengidap penyakit ini, jumlahnya mencapai 3012 orang. 

Bahkan kata dia, angka tersebut dimungkinkan masih bisa terus bertambahan. Dia memperkirakan angkanya akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kami juga berkolaborasi dengan Yabisa, bertugas untuk melakukan investasi kontak,” kata dia.

Dia juga mengungkapkan, TBC biasanya menyerang paru-paru. Namun tidak menutup kemungkinan bisa menyerang organ dalam tubuh lainnya.

Dia mengimbau, ketika masyarakat merasakan enam tanda TBC segera melapor kepada petugas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

Menurutnya, penularan TBC ini cukup cepat. Bahkan satu pasien TBC, bisa menginfeksi 10 sampai 15 orang di sekitarnya.

Adapun gejala bagi penderita TBC lanjut dia, diantaranya mengalami batuk dalam waktu dua pekan lebih. 

Selanjutnya, penderita akan mengalami batuk darah, berat badan menurun, demam berkepanjangan, nafsu makan menurun, sesak nafas dan nyeri dada dan berkeringat tanpa sebab pada malam hari. 

“Jika ditemukan orang dengan gejala ini. Maka harus didampingi, obati secepatnya, dan awasi pengobatan hingga sembuh,” ujarnya.

Dia juga memaparkan, pengobatan kepada orang yang terjangkit TBC, harus dilakukan minimal enam bulan secara rutin. Dua bulan awal sebagai fase awal atau intensif, kemudian empat bulan sisanya fase lanjutan. 

Namun jika yang bersangkutan tetap positif, maka harus tetap melakukan pengobatan terus menerus. “Harus rutin, tidak boleh terputus. Kalau lupa, ya berarti harus mengulang dari awal lagi,” ujar dia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES