Kesehatan

Bupati Kustini Apresiasi Penurunan Angka Stunting di Sleman

Minggu, 14 Mei 2023 - 21:01 | 301.83k
Bupati Sleman Kustini saat meresmikan Mushola Ibnu Sina di Puskesmas Pariwisata, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. (FOTO: Pemkab Sleman)
Bupati Sleman Kustini saat meresmikan Mushola Ibnu Sina di Puskesmas Pariwisata, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. (FOTO: Pemkab Sleman)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTABupati Sleman Kustini SP menegaskan kader kesehatan memiliki peran yang sangat penting terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Sleman. Sebab, para kader kesehatan banyak memberikan edukasi kepada para calon pengantin, remaja, dan orang tua di tengah masyarakat.

“Yang selama ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana menanggulangi stunting ya para kader. Betapa pentingnya makanan yang bergizi agar bayi yang dikandung sang ibu kelak tidak stunting,” kata Kustini, Minggu (14/5/2023).

Untuk mencegah agar anak tidak stunting, Kustini meminta para remaja perempuan yang akan menikah minimal berusia 21 tahun. Sedangkan untuk laki-laki minimal berusia 25 tahun. Nah, dengan kesiapan usia tersebut maka kesehatan fisik maupun psikis menjadi salah upaya untuk meminimalisir terjadinya stunting pada anak.

“Karena itu, bagi remaja yang hendak menikah perlu memperhatikan usia dan kesiapan mental,” terang Kustini.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengapresiasi penurunan stunting di Kapanewon Prambanan karena angka stunting di Prambanan dibawah angka tingkat Kabupaten. Penurunan stunting di Kapanewon Prambanan sendiri hingga 6,29 persen. Sedangkan angka stunting tingkat Kabupaten mencapai angka 6,88 persen.

“Keberhasilan ini semoga bisa semakin menurun dan menjadi acuan bagi Kapanewon lain,” terang Cahya.

Menurut Cahya, salah satu cara mudah untuk mengingat pencegahan stunting adalah dengan langkah “ABCDE”. Langkah tersebut dapat dilakukan oleh remaja putri sebelum menikah hingga pasca melahirkan.

“Perlu diingat ABCDE. Aktif minum tablet tambah darah, Bumil harus teratur memeriksakan kegamilannya, Cukup mengonsumsi protein hewani untuk bayi, Datang ke posyandu setiap bulan dan Eksklusif ASI enam bulan,” jelas Cahya.

Kepala Puskesmas Pariwisata Prambanan, Toto Suharto mengatakan, angka stunting di Kawasan Kapanewon Prambanan mengalami penurunan. Data pada tahun 2021 sebesar 6,4 persen sedangkan pada tahun 2022 turun menjadi 6,29 persen. Toto mengatakan akan terus berupaya untuk menurunkan angka stunting, salah satunya dengan menggiatkan sosialisasi.

“Kami akan terus berupaya dengan slogan SMART yang dimiliki Puskesmas Pariwisata Prambanan. Solid, mumpuni, akurat, responsif, dan tangguh,” kata Toto. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES