Kesehatan

Dinkes Pacitan Sebut Kasus HIV/AIDS di Pacitan Melonjak

Selasa, 10 Oktober 2023 - 19:56 | 61.36k
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinkes Pacitan, Nur Farida saat mengungkap lonjakan kasus HIV/AIDS. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinkes Pacitan, Nur Farida saat mengungkap lonjakan kasus HIV/AIDS. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Dinas Kesehatan Pacitan (Dinkes Pacitan) mencatat selama tahun 2023, terdapat lonjakan kasus HIV/AIDS.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinkes Pacitan, Nur Farida menyebutkan, sedikitnya 28 kasus baru sudah terendus.

"Setiap tahun, 20an orang terjangkit HIV/AIDS," katanya, Selasa (10/10/2023). 

Farida mengungkapkan, mayoritas kasus HIV/AIDS di Pacitan ditemukan pada kalangan usia produktif dan jenis kelamin yang cenderung seimbang, baik laki-laki maupun perempuan.

"Sejak kasus pertama terdeteksi pada tahun 2011 hingga 2023, kami telah mencatat total 186 warga yang terjangkit HIV/AIDS, dengan rata-rata usia warga adalah usia produktif," terangnya. 

Penularan HIV/AIDS di Pacitan umumnya disebabkan oleh perilaku seksual berisiko, termasuk hubungan seksual berganti-ganti, hubungan seksual sesama jenis, dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

"Kasus ini sering kali terungkap saat pasien datang untuk menerima layanan kesehatan lainnya. Dari sana, kami memberikan perawatan standar. Kami tidak hanya fokus pada HIV, tetapi juga mengobati gejala-gejala penyakit lain yang mungkin timbul, seperti batuk kronis. Pemeriksaan menyeluruh kemudian membantu kami mendeteksi kasus HIV/AIDS," papar Farida. 

Sebagai upaya untuk mengatasi penularan HIV/AIDS, Farida memberikan imbauan kepada warga Pacitan yang berisiko tinggi untuk melakukan tindakan pencegahan. Ini termasuk individu yang sering berhubungan seksual dengan pasangan yang tidak tetap, transfusi darah yang tidak jelas asalnya, dan pengguna narkoba yang berbagi jarum suntik.

"Dalam komunitas kita, pasien HIV/AIDS seharusnya tidak diasingkan. Alih-alih menghindari pasien, kita harus berfokus pada mencegah penyebaran penyakit ini. Pasien HIV/AIDS dapat hidup normal, dan ini adalah yang harus kita dorong," tegas Farida.

Sebagai langkah konkrit dalam mencegah penularan, Dinkes Pacitan telah melakukan berbagai tindakan:

Sosialisasi dan Penyuluhan

Dinkes Pacitan terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS.

Tes Gratis

Layanan tes HIV/AIDS tersedia secara gratis bagi warga Pacitan, memudahkan akses bagi mereka yang ingin memeriksakan diri.

Perawatan dan Pemantauan ODHA

Dinkes juga aktif merawat dan memantau Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang sesuai.

Selain itu, Dinkes Pacitan juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan HIV/AIDS jika memiliki risiko tertular. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di puskesmas atau klinik kesehatan terdekat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES