Kesehatan

Pakar Neurologi: Kesemutan yang Menjadi Gejala Stroke

Kamis, 26 Oktober 2023 - 06:24 | 46.03k
Gejala kesemutan yang terkait dengan stroke. (FOTO: Shutterstock/structuresxx)
Gejala kesemutan yang terkait dengan stroke. (FOTO: Shutterstock/structuresxx)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menurut pakar neurologi yang merupakan lulusan Universitas Diponegoro, dr. Sigit Dewanto H., Sp.N, FINS, FINA, gejala kesemutan yang terkait dengan stroke biasanya terjadi di satu sisi tubuh, baik di sisi kanan atau kiri, bukan pada kedua sisi sekaligus.

Sigit Dewanto menjelaskan, "Kelemahan atau kesemutan pada wajah, tangan, dan kaki biasanya terjadi pada satu sisi dulu, entah itu di sisi kanan atau kiri. Jadi, jika seseorang merasakan kesemutan pada semua sisi, misalnya di kedua tangan dan kedua kaki, maka kemungkinan besar itu bukan disebabkan oleh stroke. Demikian juga jika hanya salah satu bagian tubuh seperti tangan yang mengalami kesemutan, itu juga bukan gejala stroke."

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu secara tiba-tiba, biasanya disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat atau pecah di otak. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak terhenti, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak.

Selain kesemutan pada wajah, tangan, dan kaki, gejala stroke juga dapat mencakup nyeri kepala yang hebat, hilangnya kesadaran, vertigo (pusing berputar), dan gejala lainnya.

Sigit Dewanto menjelaskan bahwa gejala stroke dapat berbeda-beda tergantung pada bagian otak yang terkena. Misalnya, seseorang mungkin mengalami kesulitan mendengar, mencium, atau gangguan ingatan jika area otak yang mengendalikan fungsi-fungsi tersebut mengalami kerusakan.

Nyeri kepala yang terkait dengan stroke biasanya sangat parah dan seringkali belum pernah dirasakan sebelumnya oleh penderita. Gejala lainnya termasuk kebingungan, kesulitan berbicara, kesulitan melihat, kesulitan berjalan, gangguan keseimbangan, dan semuanya terjadi secara mendadak.

Sigit Dewanto juga mencatat bahwa stroke dan serangan jantung saat ini merupakan penyebab kematian lebih dari 15 juta orang setiap tahunnya. Dua penyakit ini seringkali memengaruhi individu di bawah usia 65 tahun dan seharusnya bisa dicegah. Stroke, khususnya, memiliki risiko gejala sisa atau cacat yang tinggi.

"Penyakit lain mungkin bisa sembuh sepenuhnya, tetapi stroke seringkali meninggalkan cacat," tambahnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES