Kesehatan

KLB Polio, Kemenkes Gelar Imunisasi Polio Serentak pada 15 Januari

Selasa, 09 Januari 2024 - 09:34 | 26.38k
Petugas medis meneteskan vaksin polio tetes kepada anak yang ikut pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Anjong Mon Mata Pendopo Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, Senin (5/12/2022). (ANTARA/Khalis Surry).
Petugas medis meneteskan vaksin polio tetes kepada anak yang ikut pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Anjong Mon Mata Pendopo Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, Senin (5/12/2022). (ANTARA/Khalis Surry).

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggelar imunisasi polio serentak pada 15 Januari 2024. Imunisasi polio dilakukan menyusul temuan tiga kasus lumpuh layu akut (Acute Faccid Paralysis/AFP) yang disebabkan Virus Polio tipe dua.

Kemenkes mencatat ketiga kasus lumpuh layu akut ditemukan pada 20 dan 22 Desember 2023, serta 4 Januari 2024 di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kasus tersebut terjadi pada NH (6) seorang anak perempuan dengan riwayat imunisasi polio tetes (OPV) dua kali, MAF (1 tahun 11 bulan) laki-laki dengan riwayat imunisasi lengkap namun malnutrisi, serta MAM (3 tahun 1 bulan) laki-laki dengan riwayat imunisasi polio tetes empat kali dan suntik (IPV) satu kali.

Adapun waktu pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Polio akan dilakukan dalam dua putaran, Putaran 1 pada 15-21 Januari 2024 dan Putaran 2 dilakukan pada 19-25 Februari 2024.

Sementara itum Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, polio merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Virus Polio dapat menular melalui air yang terkontaminasi dengan tinja yang mengandung Virus Polio. 

“Beberapa faktor risiko terjadinya penularan Virus Polio adalah rendahnya cakupan Imunisasi Polio, kondisi kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih yang kurang baik seperti Buang Air Besar (BAB) sembarangan baik itu di sungai ataupun pada sumber air yang juga digunakan pada kehidupan sehari-hari,” kata dr. Maxi.

dr. Maxi menjelaskan jika Virus Polio tersebut masuk ke dalam tubuh anak yang belum mendapatkan imunisasi polio atau imunisasi polionya tidak lengkap, virus akan sangat mudah berkembang biak di dalam saluran pencernaan dan menyerang sistem saraf anak sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Untuk menanggulangi dan memutus transmisi penularan virus polio, dr Maxi mengimbau masyarakat untuk berperan aktif. Pertama, masyarakat harus memastikan anak-anak mereka memperoleh imunisasi rutin polio lengkap sesuai usia, yaitu 4 kali polio tetes dan 2 kali polio suntik, sebelum usia 1 tahun.
 
"Pertama, masyarakat harus memastikan anak-anak memperoleh imunisasi rutin polio lengkap sesuai usia, yaitu empat kali polio tetes dan dua kali polio suntik sebelum usia satu tahun," kata Maxi Rein Rondonuwu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
 
Kedua, kata Maxi, memastikan seluruh anak usia nol sampai tujuh tahun di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta, memperoleh dua dosis imunisasi polio tetes tambahan pada kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) yang akan dilaksanakan mulai 15 Januari 2024.
 
Ketiga, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk buang air besar (BAB) di jamban dengan septic tank dan cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air.

"Keempat, masyarakat diimbau segera melapor kepada petugas kesehatan atau Puskesmas terdekat bila menemukan anak usia di bawah 15 tahun dengan gejala lumpuh layu mendadak," ujarnya.

Maxi meminta kepada seluruh masyarakat agar berperan aktif dalam menanggulangi dan memutus transmisi penularan virus polio. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES