Kesehatan

Indonesia Berhasil Ciptakan Inovasi MyoMES, Alkes Pengukur Kekuatan Otot

Sabtu, 20 Januari 2024 - 22:14 | 41.53k
Peluncuran alkes SEMG MyoMES yang dilakukan oleh dr. Rifky Ismail dan Dirjen Farmalkes Kemenkes. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia) 
Peluncuran alkes SEMG MyoMES yang dilakukan oleh dr. Rifky Ismail dan Dirjen Farmalkes Kemenkes. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia) 

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Indonesia berhasil melakukan inovasi sebuah alat kesehatan (alkes) yang diberi nama MyoMES, suatu alat Pengukur Kekuatan Otot menggunakan Surface Electromyography (SEMG) yang dihasilkan Dr. Rifky Ismail, peneliti Universitas Diponegoro (Undip). 

MyoMES ciptaan Dr. Rifky resmi diluncurkan bersamaan dengan acara Percepatan Dalam Rangka Pengembangan Inovasi Produk Dalam Negeri yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Ditjen Farmalkes), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (19/1/2024) kemarin. 

Dr. Rifky Ismail selaku inovator mengatakan bahwa MyoMES ini bisa digunakan diantaranya untuk pasien stroke yang sedang rehabilitasi, lansia yang mengalami penurunan masa otot dan penyandang disabilitas untuk diukur kekuatan masa ototnya. 

Rifky-Ismail.jpgDr. Rifky Ismail (tengah) dan drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D (kanan). (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia) 

“Untuk mengoperasikan MyoMES cukup sederhana jadi kita tinggal meletakkan alat sensor pada lengan atau kaki kita, kemudian kita mengkontraksikan, level kontraksinya akan terlihat di lampu yang menyala, sejumlah lampu yang menyala ini menandakan kekuatan kontraksi kita,” kata Dr. Rifky Ismail kepada TIMES Indonesia, ditulis pada Sabtu (20/1/2024). 

Dr. Rifky Ismail menjelaskan hadirnya MyoMES yang menggunakan pengukuran terdigitalisasi ini membantu sekaligus mempermudah tenaga medis dalam mengukur maupun mencatat hasil pemeriksaan masa otot pasien. “Dengan alat ini, kita bisa mengukur progres masa otot pasien,” jelasnya. 

Dr. Rifky Ismail mengungkapkan, MyoMES yang sudah memiliki izin edar KEMENKES RI dengan kode AKD 21401320035 pada tanggal 19 Oktober 2023 sudah diproduksi dalam jumlah yang masih belasan dan juga sudah digunakan oleh para dokter dan perawat salah satunya di Rumah Sakit Nasional Diponegoro. 

“Produksi massal nantinya akan dilakukan oleh salah satu Produsen Alkes di Solo. Untuk harga nanti akan dihandle oleh Produsen karena kami sebagai peneliti menyerahkan harga ke produsen,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D selaku Direktur Inovasi dan Kerja Sama Industri Undip menerangkan saat ini MyoMES sudah dilakukan sertifikasi produk alat kesehatan dengan menggandeng PT Mursmedic Jaya Mandiri sebagai prusahaan yang akan memproduksi dan mengkomersialisasi. 

“Dengan dukungan mitra, Undip yakin MyoMES sangat berpotensi digunakan dan diterapkan pada layanan kesehatan di Instasi Pemerintah (RSN, RSUD, Puskesmas), Klinik Mandiri, Perseorangan Perawat OP (Orthotic Prosthetic), Perawat Fisiorterapi, dan Klinik Fisoterapi di seluruh Indonesia,” tandasnya. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES