Kesehatan

Mengenal Metode UKR, Pengobatan Penyembuhan Osteoartritis Lutut

Jumat, 29 Maret 2024 - 02:31 | 24.49k
Dato Dr Badrul Shah Badaruddin, konsultan ortopedik, arteoplasti dan ahli bedah sukan dari ALTY Hospital  Kuala Lumpur saat memaparkan proses terjadinya peradangan pada lutut di Surabaya, Kamis (28/3/2024) malam. (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Dato Dr Badrul Shah Badaruddin, konsultan ortopedik, arteoplasti dan ahli bedah sukan dari ALTY Hospital  Kuala Lumpur saat memaparkan proses terjadinya peradangan pada lutut di Surabaya, Kamis (28/3/2024) malam. (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYASendi lutut dapat mengalami kerusakan akibat cedera atau peradangan (artritis). Hal ini bisa menghambat penderitanya untuk melakukan aktivitas yang mengandalkan lutut. 

Jika sudah parah, penderita radang sendi lutut dapat menjalani operasi penggantian lutut. Operasi penggantian lutut bertujuan mengganti sendi yang sudah rusak dengan sendi prostetik yang terbuat dari bahan logam. 

Bagian yang diganti adalah ujung dari tulang paha, tulang kering, tulang betis, dan tulang tempurung lutut. Salah satunya menggunakan metode UKR (Unicompartmental (Partial) Knee Replacement).

Metode ini merupakan operasi penggantian lutut, tulang dan tulang rawan yang rusak akibat osteoartritis. Selama proses operasi, lutut akan dilapisi kembali dengan komponen logam dan plastik.

Dalam penggantian lutut unikompartmental yang juga disebut penggantian lutut parsial ini, hanya sebagian lutut yang muncul kembali. 

"Prosedur ini merupakan alternatif penggantian lutut total bagi pasien yang penyakitnya terbatas pada satu area lutut saja," terang Dato Dr Badrul Shah Badaruddin, konsultan ortopedik, arteoplasti dan ahli bedah sukan dari ALTY Hospital  Kuala Lumpur saat kunjungan ke Surabaya, Kamis (28/3/2024) malam.

Penggantian lutut sebagian ini disebut memiliki keuntungan jika dibandingkan penggantian lutut total. Antara lain meliputi pemulihan lebih cepat, mengurangi rasa sakit setelah operasi, lebih sedikit kehilangan darah serta menurunkan risiko infeksi dan pembekuan darah.

Selain itu, karena tulang, tulang rawan, dan ligamen di bagian lutut yang sehat tetap terjaga, banyak pasien melaporkan bahwa penggantian lutut unikompartemen terasa lebih alami dibandingkan penggantian lutut total. 

"Lutut yang tidak berkompartemen juga bisa menekuk lebih baik," tambah Dato Dr Badrul Shah Badaruddin.

Jika osteoartritis pasien sudah lanjut dan pilihan pengobatan non-bedah tidak lagi menghilangkan gejala, kata Dato Dr Badrul, dokter mungkin merekomendasikan operasi penggantian lutut.

Untuk menjadi kandidat penggantian lutut unikompartmental, arthritis harus terbatas pada satu kompartemen lutut.

"Jika pasien memiliki salah satu karakteristik berikut ini, mungkin tidak memenuhi syarat untuk menjalani prosedur ini. Pertama, terjadi artritis inflamasi, kekakuan lutut yang signifikan dan kerusakan ligamen," sambungnya.

Ia mengatakan, bahwa dengan pemilihan prosedur yang tepat, penggantian lutut unikompartemen modern telah menunjukkan hasil jangka menengah dan panjang yang sangat baik pada pasien yang lebih muda dan lebih tua.

Sementara itu, prosedur operasi penggantian lutut sebagian biasanya berlangsung antara 1 dan 2 jam dengan tahapan awal inspeksi sendi. Dokter bedah akan membuat sayatan di bagian depan lutut pasien.

Mereka kemudian akan menjelajahi tiga kompartemen lutut untuk memverifikasi bahwa kerusakan tulang rawan sebenarnya terbatas pada satu kompartemen dan ligamen masih utuh.

"Jika dokter bedah merasa lutut pasien tidak cocok untuk penggantian lutut sebagian, mereka mungkin akan melakukan penggantian lutut total," tandasnya.

Dokter bedah juga akan mendiskusikan rencana darurat ini dengan pasien sebelum operasi untuk memastikan pasien tersebut setuju dengan strategi ini.

Sedangkan selama proses pemulihan pasca operasi, pasien diizinkan keluar dari rumah sakit. Pasien penggantian lutut sebagian, biasanya mengalami lebih sedikit rasa sakit dan pembengkakan pasca operasi, dan memiliki rehabilitasi yang lebih mudah dibandingkan pasien yang menjalani penggantian lutut total. 

"Dalam kasus yang jarang terjadi, pasien pergi ke fasilitas perawatan terampil (rehabilitasi) setelah operasi," jelas Dato Dr Badrul Shah Badaruddin.

Setelah operasi, pasien akan merasakan sedikit rasa sakit, namun dokter bedah dan perawat akan melakukan segala upaya untuk membantu merasa senyaman mungkin atau disebut manajemen rasa nyeri.

Banyak jenis obat yang tersedia untuk membantu mengendalikan rasa sakit. Termasuk opioid, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan anestesi lokal. 

Mengobati rasa sakit dengan obat-obatan dapat membantu pasien merasa lebih nyaman, yang akan membantu tubuh pulih lebih cepat setelah operasi.

Pasien bisa mulai memberi beban pada lutut segera setelah operasi. Kemungkinan memerlukan alat bantu jalan, tongkat, atau kruk selama beberapa hari atau minggu pertama sampai pasien merasa cukup nyaman untuk berjalan tanpa bantuan.

"Selain itu juga,disarankan latihan rehabilitasi. Seorang ahli terapi fisik akan memberi pasien latihan untuk membantu mempertahankan rentang gerak dan memulihkan kekuatan pasien," kata Dato Dr Badrul Shah Badaruddin.

Pasien dianjurkan terus menemui dokter bedah ortopedi untuk kunjungan tindak lanjut di kliniknya secara berkala. Kemungkinan besar pasien dapat melanjutkan semua aktivitas rutin sehari-hari dalam waktu 6 minggu setelah operasi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES