Kesehatan

Persada Hospital Malang Siapkan Layanan Sleep and Snooring Pertama di Jatim

Kamis, 25 April 2024 - 16:59 | 35.32k
Para dokter spesialis di tiga layanan baru saat bertemu awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Para dokter spesialis di tiga layanan baru saat bertemu awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Gangguan susah tidur yang biasa dianggap sepele oleh sebagian masyarakat ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Oleh sebab itu, RS Persada Hospital Malang menyediakan layanan sleep and snooring clinic untuk para pasien yang susah tidur.

Layanan ini diluncurkan bersamaan dua layanan baru, yakni Comprehensive Stroke Clinic khusus pasien stroke dan Comprehensive Diabetic Clinic khusus pasien diabetes.

Penanggung jawab layanan Sleep and Snooring Clinic Persada Hospital Malang, Dr. dr. Zamroni Afif, M.Biomed, Sp.N(K) mengatakan, layanan ini ditujukan bagi pasien dengan gangguan tidur. Terlebih, gangguan tidur kronis juga dapat menyebabkan gangguan multiple organ, antara lain jantung dan otak.

"Di masyarakat banyak yang belum aware (sadar). Kita bukan hanya memberikan layanan, namun juga edukasi, pendidikan dan deteksi dini," ujar Zamroni, Kamis (25/4/2024).

Ia mengungkapkan, pasien gangguan tidur dengan diagnosa insomnia merupakan yang terbanyak. Bahkan dari penelitiannya, sekitar 10 persen masyarakat di Malang mengalami insomnia.

"Gangguan tidur ini menjadi fenomena gunung es. Kita harus menyadarkan masyarakat dan mendeteksi sejak dini," ungkapnya.

Bahkan, diakui bahwa layanan Sleep and Snooring di Persada Hospital Malang ini menjadi yang pertama di Jawa Timur (Jatim).

Sebab, layanan ini dilakukan secara komperhensif bukan hanya dari pemeriksaan biasa, namun alat yang lebih lengkap dan metode penerapan yang lebih komplit.

"Ini satu satunya rumah sakit swasta paling komperhensif pertama di Jatim. Pasien yang berobat saja gak hanya dari Malang, tapi luar Malang sampai luar pulau juga," katanya.

Sementara, penanggung jawab layanan Comprehensive Stroke Clinic, dr. Eko Arisetijono Marhaendra Putro, Sp.S (K) menuturkan bahwa akhir-akhir ini kesadaran masyarakat yang mulai meningkat memang harus dibarengi dengan layanan yang memadai.

Apalagi, dampak yang ditimbulkan bisa terjadi pada 10 sampai 20 tahun kedepan. Dampak tersebut bisa menjalar ke penyakit stroke maupun diabetes.

"Kesadaran sedikit dan kita perlu memberikan kesadaran kepada masyarakat. 10 sampai 20 tahun setelah gangguan tidur akan terlihat (dampak)," tuturnya.

Apalagi menurutnya, angka pasien stroke yang ia tangani sejak 2007 sudah sekitar 1.000 sampai 1.500 pasien. Angka tersebut pun tak sedikit dan tentu seluruhnya berkesinambungan sebagai  pemicu penyakit tersebut muncul, salah satunya susah tidur atau begadang.

"Ini yang membuat kita khawatir. Maka kita bisa melakukan pemeriksaan lebih detail dan rinci, termasuk memprediksinya," katanya.

Terpisah, Direktur Persada Hospital Malang, dr. Kristiawan Basuki Rahmat, M.Kes memastikan pada momen 10 tahun Persada Hospital Malang ini berdiri, setiap layanan akan terus ditingkatkan, termasuk tiga layanan baru yang diluncurkan.

"Harapan kami tentu manfaat dirasakan pasien. Bahkan, penanganan pasien lebih tertata dari awal sampai akhir, serta segala informasi dan layanan bisa diakses melalui persadahospital.co.id" tandasnya. (s)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES