Kesehatan

Kasus DBD di Pacitan Tembus 287, Kecamatan Tegalombo Tertinggi

Senin, 29 April 2024 - 14:34 | 30.51k
Pelayanan Puskesmas Tegalombo Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Pelayanan Puskesmas Tegalombo Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pacitan terus mengalami peningkatan. Hingga April 2024, total pasien DBD di Pacitan mencapai 287 orang. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan mencatat, dari 12 kecamatan di Pacitan, terdapat tiga Puskesmas yang merawat pasien DBD dengan jumlah tertinggi. 

Puskesmas Tegalombo dengan 47 pasien, Puskesmas Donorojo dengan 43 pasien, dan Puskesmas Tanjungsari Pacitan dengan 43 pasien.

"Masih perlu ditingkatkan kewaspadaan masyarakat terkait lingkungan untuk membasmi habis sarang nyamuk dengan 3M Plus," kata Kabid P2P Dinkes Pacitan, drg Nur Farida, Senin (29/4/2024).

Oleh sebab itu, Nur Farida menekankan pentingnya penerapan 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD. Yakni dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, membersihkan lingkungan sekitar rumah, dan melakukan Plus dengan memelihara ikan cupang atau larvabisida untuk membunuh jentik nyamuk.

Di samping itu, Dinkes Pacitan juga menyampaikan bahwa satu pasien yang meninggal di Pacitan pada periode tersebut tidak disebabkan oleh DBD, melainkan karena penyakit hipertensi.

"Tidak, penyebab utama meninggalnya bukan DBD, ada Hipertensi," jelas drg Nur Farida.

Selain itu, Dinkes Pacitan terus melakukan upaya pencegahan dan pengendalian DBD, di antaranya fogging atau pengasapan di wilayah dengan kasus DBD tinggi, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan DBD, dan distribusi abate untuk membunuh jentik nyamuk.

Pun demikian, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan DBD di lingkungan tempat tinggalnya.

"Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan 3M Plus di lingkungan tempat tinggalnya untuk mencegah DBD," imbuh Nur Farida merespons tingginya kasus DBD di Pacitan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES