Kesehatan

Tuberkulosis Kebal Obat Bisa Sembuh Lebih Cepat

Selasa, 30 April 2024 - 16:45 | 29.18k
Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar workshop tentang Kampanye Pengobatan Baru TBC Resistan Obat untuk Calon Pelatih pada 23-26 April 2024 di Jakarta. (Foto: dok YKI)
Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar workshop tentang Kampanye Pengobatan Baru TBC Resistan Obat untuk Calon Pelatih pada 23-26 April 2024 di Jakarta. (Foto: dok YKI)

TIMESINDONESIA, JAKARTAYayasan KNCV Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menggelar workshop tentang Kampanye Pengobatan Baru TBC Resistan Obat untuk Calon Pelatih pada 23-26 April 2024 di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Organisasi Pasien TBC RO dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Indonesia menempati peringkat kedua dalam jumlah kasus TBC di dunia setelah India. Menurut Data Laporan TBC Global tahun 2023, diperkirakan ada 1.060.000 kasus TBC di Indonesia dengan 134.000 kematian per tahun. Dari 12.482 kasus TBC RO yang terdeteksi, hanya 9.134 yang memulai pengobatan. Hingga 1 Maret 2024, tingkat keberhasilan pengobatan TBC RO baru mencapai 56%.

Seiring dengan Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia pada tanggal 20 Maret 2024, Kemenkes RI dan Yayasan KNCV Indonesia mengadakan Webinar untuk memperkenalkan Kampanye Pengobatan Baru TBC RO berdurasi 6 bulan dengan Tema “Pengobatan Baru TBC RO, Kini Sembuh Lebih Cepat”. Webinar ini menjadi bagian dari serangkaian acara dalam rangka Hari Tuberkulosis Sedunia 2024 yang diselenggarakan oleh Tim Kerja Tuberkulosis Kemenkes RI.

Kampanye Sembuh Lebih Cepat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memastikan akses pengobatan baru TBC RO berdurasi 6 bulan bagi semua penderita TBC RO dengan kualitas yang efektif dan berbasis bukti, demi mencapai Indonesia bebas TBC pada tahun 2030.

Sebagai langkah lanjutan dari kampanye tersebut, YKI dan Kemenkes RI menyelenggarakan Workshop Kampanye Pengobatan Baru TBC Resistan Obat bagi Calon Pelatih.

Tujuan dari workshop ini adalah untuk melatih pelatih agar mampu menyusun, menggunakan, dan menyebarkan pesan serta materi kampanye tentang pengobatan baru TBC RO berdurasi 6 bulan kepada anggota organisasi penyintas TBC dan pemangku kepentingan lain di wilayah mereka masing-masing.

Workshop dibuka dengan sambutan dari Associate Director YKI, dr. Yeremia PMR, yang menekankan pentingnya peningkatan kesadaran bagi komunitas terdampak TBC RO dan masyarakat umum melalui pelatihan bagi calon pelatih dari 4 provinsi terpilih.

Dr. dr. Rina Handayani, M.Kes dari Kemenkes RI memberikan paparan tentang Update Kebijakan Program TBC RO, termasuk pengenalan paduan BPaL/M untuk pengobatan TBC RO, yang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

"Kita patut berbangga, Indonesia mendapatkan penghargaan karena menjadi salah 1 negara pertama dengan beban TBC tertinggi yang menyediakan pengobatan TBC RO berdurasi 6 bulan yaitu paduan BPaL/M secara program untuk seluruh provinsi di Indonesia yang dimulai Januari tahun 2024. Dan sampai dengan 14 April 2024 sudah 896 pasien mendapatkan pengobatan TBC RO dengan BPaL/M dari 28 provinsi,” jelas Dr. dr. Rina Handayani.

80f2d74c-01ea-49c5-a6f3-37c5df78956c.jpg

Paparan lainnya termasuk tentang pengembangan alat kampanye BPaL/M di media sosial, strategi optimalisasi kampanye di media sosial, serta advokasi dan Community Led Monitoring (CLM) terkait akses pengobatan BPaL/M, disampaikan oleh narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan praktis tentang pengembangan materi kampanye dan strategi penyebaran informasi tentang pengobatan baru TBC RO melalui media sosial oleh Health Influencer dr. Felix Giovani.

Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen dari para peserta untuk menyusun rencana tindak lanjut guna menyebarkan dan menggunakan materi kampanye kepada komunitas terdampak TBC RO dan masyarakat umum di wilayah masing-masing mulai bulan Mei 2024.

Semoga dengan pengobatan berdurasi 6 bulan ini, pasien TBC RO mendapatkan harapan baru dan membantu dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia. TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh) TBC. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES