Kesehatan

Kasus DBD di Lebak Banten Meningkat, 6 Orang Meninggal

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:57 | 28.30k
Ilustrasi - kasus demam berdarah.
Ilustrasi - kasus demam berdarah.

TIMESINDONESIA, LEBAK – Hingga April 2024, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, telah mencapai 1.536 orang dengan enam korban jiwa. Hal tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2023 tercatat 764 kasus dengan empat korban meninggal.

Untuk itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Budi Mulyanto, meminta warga untuk mengoptimalkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M (mengubur, menguras, dan menutup barang-barang bekas) untuk memberantas jentik nyamuk Aedes aegypti.

Budi menjelaskan, peningkatan kasus DBD ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang memungkinkan vektor perindukan jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang biak, terutama pada genangan air di barang-barang bekas serta bak dan kolam.

Pencegahan DBD yang efektif dan murah, menurut Budi, adalah dengan memutus mata rantai penularan melalui kegiatan PSN.

Selain metode 3M, warga juga disarankan menaburkan bubuk larvasida di bak mandi yang terdapat genangan air di lingkungan rumah.

"Jika jentik nyamuk Aedes aegypti mati, penularan penyakit yang mematikan ini dapat dicegah," ujarnya, Selasa (14/5/2024) di Rangkasbitung, Lebak.

Budi juga menyoroti bahwa curah hujan masih tinggi karena masa pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau, yang berpotensi meningkatkan kasus DBD. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada dan aktif dalam pencegahan DBD.

"Kegiatan PSN harus lebih digencarkan oleh masyarakat karena lebih efektif dalam mematikan jentik nyamuk dibandingkan penyemprotan (fogging) untuk membunuh nyamuk dewasa," katanya.

Selain PSN, menjaga kebersihan lingkungan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting dalam pencegahan DBD.

Budi juga mengimbau masyarakat yang mengalami demam untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan setempat guna mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Saat suhu tubuh turun dan demam hilang, kata Budi, itu adalah masa kritis. Perlu diwaspadai DBD berat dan dengue shock syndrome tanpa penurunan trombosit sampai di bawah 50.000, serta kenaikan hematokrit.

Budi mengingatkan bahwa warga yang mengalami demam lebih dari dua hari harus segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang diperlukan.

"Kami minta warga jika demam lebih dari dua hari segera pergi berobat ke fasilitas kesehatan," ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES