Ahli Gizi Rekomendasikan Jenis Beras Rendah Indeks Glikemik untuk Kendalikan Gula Darah
Ahli gizi Karishmma Chawla merekomendasikan sejumlah jenis beras dengan indeks glikemik rendah sebagai alternatif beras putih untuk membantu menjaga kestabilan kadar gula darah tanpa mengurangi nilai rasa dan nutrisi.

JAKARTA – Ahli gizi Karishmma Chawla merekomendasikan sejumlah jenis beras dengan kadar indeks glikemik (GI) lebih rendah dibandingkan beras putih sebagai pilihan konsumsi yang lebih sehat, terutama bagi penderita diabetes dan masyarakat yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (16/1/2026), Karishmma menyebut beras dengan GI rendah dapat memberikan asupan karbohidrat yang lebih aman karena dicerna secara perlahan, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Indeks glikemik merupakan klasifikasi makanan berdasarkan kecepatan karbohidrat dalam meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan GI tinggi diserap tubuh lebih cepat dan dapat menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis, sedangkan makanan dengan GI rendah membantu menjaga kestabilan gula darah karena proses cernanya lebih lambat.
Karishmma menyebut salah satu pilihan yang direkomendasikan adalah nasi merah. Dengan nilai GI berkisar antara 45 hingga 52, nasi merah kaya akan serat, protein, dan antioksidan. Kandungan tersebut berperan dalam mengurangi peradangan serta meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Pilihan lainnya adalah beras liar, yang sebenarnya merupakan biji rumput dengan nilai GI sekitar 35 hingga 40. Beras ini dinilai efektif membantu mengontrol gula darah sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama karena kandungan seratnya yang tinggi.
Selain itu, beras hitam juga masuk dalam daftar rekomendasi. Dengan nilai GI sekitar 35 hingga 45, beras hitam kaya akan serat dan antioksidan yang bermanfaat untuk mengurangi stres oksidatif, khususnya bagi penderita diabetes.
Sementara itu, beras basmati disebut memiliki indeks glikemik sedang dan relatif lebih aman dibandingkan beras putih biasa. Karakteristik biji yang panjang dan kandungan pati yang berbeda membuat beras basmati lebih lambat dicerna tubuh.
Melalui rekomendasi ini, Karishmma Chawla mendorong masyarakat untuk lebih cermat memilih sumber karbohidrat harian sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan metabolik dan mencegah risiko lonjakan gula darah.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

