Pola Makan Teratur Kunci Atasi Resistensi Insulin
Ahli Nutrisi Klinis menekankan pentingnya pengaturan pola dan waktu makan untuk meningkatkan sensitivitas insulin serta mencegah lonjakan gula darah.

JAKARTA – Ahli Nutrisi Klinis di RS CK Birla, Deepali Sharma, menyebut resistensi insulin dapat dikelola secara efektif melalui pengaturan pola makan yang tepat dan jadwal makan yang teratur.
“Pengaturan waktu makan yang tepat, menghindari makan larut malam, dan menjaga interval makan yang konsisten akan membantu meningkatkan sensitivitas insulin,” ujar Deepali Sharma, dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (17/1/2026).
Resistensi insulin merupakan kondisi ketika sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara optimal. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah karena tidak dapat diserap dan diubah menjadi energi, sehingga meningkatkan risiko gangguan metabolik, termasuk diabetes.
Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, Deepali merekomendasikan konsumsi sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, dan fenugreek. Sayuran jenis ini diketahui dapat menurunkan kadar gula darah serta mengurangi risiko diabetes.
Ia juga menyarankan agar sayuran berdaun hijau dikonsumsi pada awal waktu makan, sebelum asupan karbohidrat. Strategi ini dinilai efektif dalam menekan lonjakan gula darah pascamakan dan membantu mengelola resistensi insulin.
Selain itu, biji-bijian utuh seperti oat dan beras merah dianjurkan karena mengandung serat, pati resisten, magnesium, serta polifenol. Kandungan tersebut berperan dalam memperlambat penyerapan glukosa dan meningkatkan kerja insulin di dalam tubuh.
Menurut Deepali, konsumsi biji-bijian utuh pada pagi hari saat sarapan dan siang hari memberikan manfaat lebih besar dalam menjaga stabilitas kadar glukosa sepanjang hari.
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel juga disebut bermanfaat karena mengandung asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi peradangan kronis, salah satu faktor penyebab resistensi insulin. Namun, ia mengingatkan bahwa konsumsi ikan berlemak perlu dibatasi atau dihindari bagi penderita penyakit ginjal kronis atau mereka yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
Buah beri turut direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan sehat karena dapat membantu menekan stres oksidatif dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.
Deepali menegaskan bahwa pengaturan pola makan perlu diimbangi dengan aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres. Kombinasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kesehatan metabolik secara menyeluruh.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

