Kang Dedi Mulyadi Soroti Viralnya Potret Miris Lansia Ciamis
Perjalanan sejauh 28 kilometer itu ditempuh bukan karena nekat, melainkan keluarga tak sanggup menebus tarif Mobil Siaga Desa yang dipatok hingga Rp400.000.

CIAMIS – Pemandangan menyesakkan dada terekam dalam sebuah video yang viral, dua orang lansia lemah terpaksa dibonceng tiga menggunakan sepeda motor menuju RSUD Ciamis.
Perjalanan sejauh 28 kilometer itu ditempuh bukan karena nekat, melainkan karena keluarga tak sanggup menebus tarif Mobil Siaga Desa yang dipatok hingga Rp400.000.
Insiden yang menimpa warga Desa Hegarmanah ini memancing reaksi sekaligus solusi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Melalui penjelasan di media sosialnya, KDM tidak hanya mengkritik, tetapi juga membedah realita pahit di balik pengelolaan fasilitas desa tersebut.
KDM menyoroti bahwa masalah ini sering kali berakar pada kendala operasional yang tidak terbiayai oleh anggaran resmi. Ia mencatat dua faktor utama yang kerap terjadi di lapangan:
1. Kesejahteraan Sopir
Sopir ambulans desa sering kali tidak memiliki honor yang memadai.
2. Operasional BBM
Ketersediaan bahan bakar yang sering kali kosong atau tidak dianggarkan secara khusus.
Sebagai jalan keluar, KDM menawarkan konsep kearifan lokal yang konkret. "Menurut saya hal ini bisa terantisipasi dengan 'rereongan sapoe sarebu' (patungan seribu sehari).
"Sehingga warga bisa mengumpulkan uang untuk saling membantu, termasuk untuk biaya BBM ambulans dan transportasi honor sopir," ungkapnya dikutip TIMES Indonesia, dari unggahan media sosial @Kangdedimulyadi. Selasa (17/2/2026)
Menurutnya, dengan gotong royong tersebut, beban biaya tidak lagi jatuh secara telak kepada warga yang sedang tertimpa musibah.
KDM menegaskan bahwa dirinya tidak ingin sekadar berasumsi. Ia berencana melakukan kroscek langsung ke pihak otoritas setempat untuk menemukan titik terang.
"Tapi nanti saya coba menghubungi kepala desanya, apa sih yang menjadi faktor peristiwa ini terjadi," tegas KDM.
Langkah ini diambil untuk memastikan apakah kendala tersebut murni masalah operasional atau ada malapraktik dalam pelayanan publik di desa tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


