Advertisement
Kesehatan

Hingga Minggu ke-9, Kemenkes Catat 8.716 Kasus Campak di Indonesia

Kasus Campak di Indonesia mencapai 8.716 kasus hingga minggu ke-9 tahun 2026. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat imunisasi untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

TIMES Indonesia,
Hingga Minggu ke-9, Kemenkes Catat 8.716 Kasus Campak di Indonesia
Campak. (Foto: GettyImages/iStockPhoto/Singjai20)
A-AA+

JAKARTA Kementerian Kesehatan RI melaporkan perkembangan terbaru kasus campak di tanah air. Hingga minggu ke-9 tahun 2026, tercatat sebanyak 8.716 kasus campak dengan 10.826 kasus suspek, sehingga pemerintah terus memperkuat program imunisasi di berbagai daerah sebagai langkah pencegahan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menyampaikan bahwa pada minggu ke-9 terjadi penambahan sekitar 500 kasus baru.

Advertisement

Data sebelumnya menunjukkan bahwa hingga minggu ke-8 tahun 2026 terdapat 10.453 kasus suspek campak dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan 6 kematian. Sementara pada minggu ke-7, tercatat 8.224 suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan 4 kematian.

Menurut Andi, penurunan tren penambahan kasus pada minggu ke-9 menjadi indikasi bahwa upaya pemerintah melalui imunisasi dan edukasi kesehatan mulai memberikan dampak positif.

“Penurunan tersebut dipengaruhi oleh pelaksanaan imunisasi serta edukasi masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat yang semakin masif,” ujarnya di Jakarta.

Kementerian Kesehatan juga mencatat adanya 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Wilayah terdampak meliputi: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah

Advertisement

Sebagian besar provinsi menunjukkan tren penurunan kasus, namun Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Bima dan Kota Bima, masih mencatat angka kasus yang relatif tinggi.

Sepanjang 2026, sejumlah daerah menjadi wilayah dengan jumlah suspek dan kasus campak tertinggi, di antaranya: Tangerang Selatan, Bima, Tangerang, Depok, Jakarta Pusat, Palembang, Padang

Daerah-daerah tersebut menjadi prioritas intervensi pemerintah dalam upaya pengendalian penyebaran penyakit.

Untuk menekan penyebaran campak, pemerintah menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) Measles-Rubella (MR) di wilayah yang mengalami kejadian luar biasa.

Per 12 Maret 2026, sebanyak 22 kabupaten/kota yang mengalami KLB campak telah melaksanakan imunisasi tersebut untuk sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan.

Cakupan imunisasi tertinggi tercatat di Pamekasan: 47,93 persen; Jember: 38,64 persen; dan Bima: 22,73 persen.

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan Catch Up Immunization (CuC) atau imunisasi kejar serentak MR di beberapa daerah dengan kasus tinggi.

Lima daerah dengan cakupan program tersebut antara lain: Jakarta Barat: 56,4 persen; Jakarta Pusat: 80,4 persen; Depok: 17,3 persen; Tangerang Selatan: 8,4 persen; dan Palu: 5,6 persen

Sebanyak 51 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Kekarantinaan Kesehatan turut mendukung pelaksanaan imunisasi dengan berkoordinasi bersama dinas kesehatan daerah.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa imunisasi campak sangat penting untuk melindungi anak dari penyakit tersebut. Vaksin campak biasanya diberikan kepada balita pada usia 9 bulan dan 18 bulan.

Andi mengingatkan bahwa daya tular campak sangat tinggi, di mana satu penderita dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain: demam tinggi, ruam pada kulit, batuk dan pilek, mata merah.

Jika anak menunjukkan gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan serta menunda perjalanan untuk mencegah penularan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia