Advertisement
Kesehatan

Segitiga Kematian di Wajah: Bahaya Memencet Jerawat yang Sering Diremehkan

Waspadai “triangle of death” di wajah! Memencet jerawat di area ini bisa memicu infeksi serius hingga risiko kematian. Simak tanda dan pencegahannya.

TIMES Indonesia,
Segitiga Kematian di Wajah: Bahaya Memencet Jerawat yang Sering Diremehkan
Ilustrasi - Disarankan tidak memencet jerawat di area tertentu, seperti di dalam hidung.
A-AA+

JAKARTA Sebuah kisah pilu viral di media sosial menceritakan kematian seorang suami yang bermula dari kebiasaan memencet jerawat. Ternyata, memencet jerawat bukan sekadar hal sepele; jika tidak hati-hati, kondisi ini bisa menimbulkan infeksi serius yang berpotensi fatal.

Fenomena serupa pernah dialami Alisha Monaco, seorang wanita asal Amerika Serikat. Mengutip CTV News, Alisha mengalami pembengkakan parah disertai rasa nyeri di wajahnya setelah memecahkan jerawat di bawah lubang hidungnya. Area ini dikenal dengan istilah “triangle of death” atau segitiga kematian.

Advertisement

Segitiga kematian mencakup wilayah dari sudut mulut hingga area di antara kedua alis. Tepat di tengah, terdapat sinus kavernosa, yang menampung saraf dan pembuluh darah penting yang mengalir ke otak. Dermatolog I Gusti Nyoman Darmapura menjelaskan, “Pembuluh darah ke otak tidak memiliki katup, sehingga aliran darah bisa dua arah. Bakteri dari jerawat atau infeksi di area ini bisa langsung mencapai otak.”

Karena itulah, memencet jerawat di area ini berisiko tinggi menyebabkan infeksi serius, bahkan kematian. “Banyak orang yang memencet jerawat sebelum acara penting tanpa menyadari bahayanya. Area segitiga ini benar-benar harus dihindari,” tegas Darma.

Selain itu, penting untuk memperhatikan tanda-tanda peradangan seperti kemerahan, pembengkakan, rasa nyeri, atau keluarnya nanah. “Jika muncul demam atau kemerahan yang memburuk, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter,” tambahnya.

Hindari memencet jerawat di area segitiga kematian, gunakan tangan atau alat yang steril bila sangat perlu, dan selalu waspada terhadap tanda infeksi. Pencegahan sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hendarmono Al Sidarto
PenulisHendarmono Al SidartoSarjana Agronomi Universitas Muhammadiyah Malang (1988). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia