Advertisement
Kesehatan

Waspada Nyeri Lutut saat Bekerja, RSUD Pandega Pangandaran Ungkap Penyebabnya

Beberapa risiko yang dapat terjadi dari nyeri lutut antara lain menurunnya mobilitas, terganggunya aktivitas kerja dan produktivitas, hingga potensi gangguan kesehatan tulang.

TIMES Indonesia,
Waspada Nyeri Lutut saat Bekerja, RSUD Pandega Pangandaran Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi - Nyeri Lutut (FOTO : Istimewa)
A-AA+

PANGANDARAN Nyeri lutut tidak hanya dialami lansia, tetapi juga bisa menyerang usia produktif akibat aktivitas kerja sehari-hari. Hal ini diingatkan RSUD Pandega Pangandaran melalui edukasi kesehatan yang dibagikan di akun Instagram resminya.

Melalui akun @rsud_pangandaran, RSUD Pandega Pangandaran menyebutkan bahwa nyeri lutut kerap muncul secara perlahan akibat rutinitas kerja yang dilakukan berulang.

Advertisement

Beberapa faktor pekerjaan yang dapat memicu nyeri lutut di antaranya gerakan berulang seperti jongkok atau naik turun tangga, postur tubuh yang kurang tepat saat duduk maupun berdiri, serta kebiasaan mengangkat beban berat tanpa teknik yang benar.

Selain itu, aktivitas fisik atau olahraga intens tanpa pemanasan juga dapat meningkatkan risiko cedera pada lutut.

Tak hanya faktor pekerjaan, kondisi tubuh juga berpengaruh terhadap munculnya nyeri lutut. Di antaranya kelebihan berat badan, otot paha dan betis yang lemah, riwayat cedera lutut sebelumnya, hingga faktor usia di atas 40 tahun.

RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan rasa nyeri yang muncul, meski sering dianggap sebagai pegal biasa.

Pasalnya, jika tidak ditangani dengan tepat, nyeri lutut dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan berdampak jangka panjang.

Advertisement

Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain menurunnya mobilitas, terganggunya aktivitas kerja dan produktivitas, hingga potensi gangguan kesehatan tulang.

Melalui edukasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh serta segera melakukan pemeriksaan jika mengalami keluhan nyeri lutut secara berkelanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Acep Rifki Padilah
PenulisAcep Rifki PadilahSarjana Pendidikan STAI KH. Badruzzaman (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya di Pangandaran.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia