Advertisement
Kesehatan

Kasus Dugaan Bunuh Diri di Cangar Berulang, Pentingnya Kepedulian Kesehatan Mental

Maraknya kasus bunuh diri di kawasan Jembatan Kembar Cangar, Kecamatan Bumiaji memicu keprihatinan berbagai pihak.

TIMES Indonesia,
Kasus Dugaan Bunuh Diri di Cangar Berulang, Pentingnya Kepedulian Kesehatan Mental
Psikolog asal Kota Batu, Sayekti Pribadiningtyas. (Foto : Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Maraknya kasus bunuh diri di kawasan Jembatan Kembar Cangar, Kecamatan Bumiaji memicu keprihatinan berbagai pihak. 

Psikolog asal Kota Batu, Sayekti Pribadiningtyas mendorong pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat segera memperkuat edukasi kesehatan mental dan pengamanan di lokasi tersebut agar tidak terus menjadi titik rawan.

Advertisement

Menurut Sayekti, upaya pencegahan harus dilakukan dari hulu melalui psikoedukasi yang masif kepada masyarakat. Edukasi itu bisa menyasar sekolah, Posyandu, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat di tingkat desa.

"Poinnya adalah apabila seseorang mengalami masalah atau stres, jangan diam saja. Carilah bantuan kepada profesional," katanya, Kamis (23/4/2026).

Ia menilai persoalan kesehatan mental masih sering dianggap tabu, sehingga banyak orang memilih memendam masalah sendiri. Padahal, tekanan psikologis akibat persoalan keluarga, perundungan, maupun masalah pribadi dapat ditangani jika mendapatkan pendampingan sejak dini.

Saat ini tiga puskesmas di Kota Batu telah memiliki layanan psikolog. Ketiganya berada di Puskesmas Batu, Puskesmas Sisir, dan Puskesmas Beji. 

"Kehadiran layanan itu diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya remaja yang rentan mengalami tekanan mental. Kalau ada remaja yang mengalami masalah keluarga, bullying, atau persoalan lain, silakan datang. Kami para psikolog di Kota Batu siap membantu," ujar perempuan yang sekarang bertugas di Puskesmas Batu tersebut.

Advertisement

Ia juga menyoroti kawasan Jembatan Kembar Cangar yang belakangan kerap dikaitkan dengan aksi bunuh diri. Menurutnya, lokasi tersebut berpotensi menjadi tempat yang dituju orang-orang yang sedang berada dalam kondisi krisis psikologis. Karena itu, pengamanan perlu diperketat.

"Kita harus hati-hati. Jangan sampai setiap orang yang punya pikiran seperti itu larinya ke daerah Cangar. Ini harus dicegah bersama," tegas Sayekti.

Selain pengamanan fisik, Sayekti menyarankan pemanfaatan videotron di wilayah Batu Raya untuk kampanye kesehatan mental. Konten edukasi bisa berisi pesan sederhana tentang stres, depresi, serta pentingnya mencari pertolongan ke psikolog atau psikiater.

"Videotron bisa dipakai untuk himbauan kepada masyarakat, bahwa kalau mengalami tekanan hidup itu ada tempat meminta bantuan," katanya.

Ia berharap media, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat bekerja sama membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental, sehingga kasus serupa tidak terus berulang.

"Jika seseorang tampak sangat tertekan, menarik diri, atau berbicara ingin menyerah, ajak bicara dengan tenang dan segera hubungkan dengan keluarga, tenaga kesehatan, atau layanan profesional terdekat," tuturnya.

Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, seorang pria berinisial MMA (24) asal Trowulan, Mojokerto ditemukan di dasar jurang bawah jembatan sekitar pukul 12.00 WIB diduga korban nekat bunuh diri.

Terbaru pada hari ini Kamis (23/4/2026) seorang mayat berjenis kelamin laki-laki kembali ditemukan di bawah jembatan kembar Cangar, diduga kuat ia merupakan korban bunuh diri.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia