Di Balik Adukan Semen TMMD 128 Gresik, Ada Harapan Warga Kecil yang Dibangun
Di balik suara palu dan adukan semen dalam program TMMD ke-128 di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, tersimpan cerita tentang harapan warga kecil yang perlahan mulai dibangun kembali.
GRESIK – Di balik suara palu dan adukan semen dalam program TMMD ke-128 di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, tersimpan cerita tentang harapan warga kecil yang perlahan mulai dibangun kembali.
Rumah milik Eka Irawati menjadi salah satu sasaran program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang kini tengah dikerjakan Satgas TMMD bersama masyarakat. Di lokasi itu, prajurit TNI terlihat bekerja tanpa sekat bersama warga, menghadirkan suasana gotong royong yang mulai jarang ditemukan di tengah kehidupan modern.
Salah satu anggota Satgas yang mencuri perhatian adalah Serka Maslahan dari Yonzipur V Arati Bhaya Wigina. Ia tampak fokus menyusun batu ringan sambil sesekali bercanda dengan warga sekitar untuk mencairkan suasana pekerjaan.
Bagi Serka Maslahan, membangun rumah warga bukan sekadar tugas rutin seorang prajurit. Ada nilai pengabdian dan kemanusiaan yang ingin dihadirkan lewat setiap proses pembangunan.
“ Saya bangga bisa membantu rakyat di Desa Slempit ini, dan ini sudah kewajiban kami sebagai prajurit TNI,” katanya.
TMMD 128 Gresik sendiri tidak hanya difokuskan pada pembangunan jalan dan infrastruktur desa. Program ini juga menyentuh aspek sosial masyarakat, termasuk membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat menghadirkan suasana berbeda. Mereka tidak hanya bekerja sebagai aparat negara, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan warga sehari-hari.
“ Kami TNI Prima, hadir dengan mantap, juga sejati untuk rakyat di Gresik,” ujar Serka Maslahan.
Di tengah panas matahari dan pekerjaan berat yang harus diselesaikan, para anggota Satgas tetap bekerja penuh semangat. Mereka menyadari bahwa rumah yang dibangun itu akan menjadi tempat berteduh sebuah keluarga untuk waktu yang panjang.
Program TMMD ke-128 akhirnya bukan hanya soal pembangunan fisik desa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pengabdian prajurit dan harapan masyarakat kecil yang ingin hidup lebih layak.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


