Advertisement
Kesehatan

Jerawat di Bibir Bisa Jadi Tanda Iritasi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jerawat di bibir bisa dipicu minyak berlebih hingga iritasi kulit. Kenali perbedaannya dengan herpes dan cara mengatasinya dengan tepat.

TIMES Indonesia,
Jerawat di Bibir Bisa Jadi Tanda Iritasi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi - Jerawat di bibir dapat dipicu produksi minyak berlebih, iritasi kulit, hingga infeksi bakteri pada pori pori kulit. (Foto: alodokter)
A-AA+

JAKARTA Kemunculan jerawat di bibir sering dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri, iritasi, hingga mengganggu kepercayaan diri. Tidak sedikit pula orang yang keliru membedakan jerawat dengan herpes simpleks karena sama sama muncul dalam bentuk benjolan di sekitar mulut.

Dilansir dari Alodokter, memahami penyebab dan cara penanganannya menjadi langkah penting agar masalah kulit ini tidak semakin parah.

Advertisement

Jerawat pada dasarnya muncul akibat penyumbatan folikel rambut oleh minyak alami kulit atau sebum yang bercampur dengan sel kulit mati. Ketika sumbatan tersebut menjadi tempat berkembangnya bakteri, peradangan pun terjadi dan memicu munculnya jerawat.

Meski lebih sering muncul di wajah, dahi, atau punggung, area sekitar bibir juga rentan mengalami kondisi serupa. Hal ini karena kulit di sekitar mulut tetap memiliki kelenjar minyak yang aktif memproduksi sebum.

Produksi minyak berlebih dapat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari perubahan hormon, stres, kurang tidur, hingga penggunaan produk kosmetik yang tidak cocok. Selain itu, paparan polusi, kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor, serta konsumsi makanan tinggi gula dan produk susu juga disebut dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat.

Perbedaan Jerawat dan Herpes di Bibir

Salah satu kondisi yang sering disalahartikan sebagai jerawat di bibir adalah Herpes Simpleks. Sekilas keduanya memang tampak mirip, tetapi terdapat beberapa perbedaan penting yang perlu dikenali.

Jerawat umumnya muncul sebagai benjolan tunggal atau beberapa titik kecil yang berisi komedo maupun nanah. Rasa sakit biasanya muncul ketika area tersebut disentuh atau ditekan.

Advertisement

Sementara itu, herpes simpleks cenderung berbentuk lepuhan kecil berisi cairan bening dan muncul berkelompok. Kondisi ini sering disertai sensasi gatal, perih, hingga gejala lain seperti demam ringan, tubuh lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher.

Perbedaan lain yang cukup penting adalah herpes simpleks bersifat menular, sedangkan jerawat tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain.

Faktor yang Memicu Jerawat di Bibir

Beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat di area bibir maupun wajah, di antaranya:

  • Produksi minyak berlebih pada kulit
  • Perubahan hormon saat pubertas atau stres
  • Infeksi bakteri pada kulit
  • Penggunaan kosmetik berbahan keras
  • Efek samping obat tertentu seperti kortikosteroid
  • Kurang tidur dan stres berkepanjangan
  • Pola makan tinggi gula dan karbohidrat sederhana
  • Paparan debu, polusi, dan kotoran

Faktor keturunan juga dapat memengaruhi seseorang lebih mudah mengalami jerawat dibanding orang lain.

Cara Mengatasi Jerawat di Bibir

Perawatan sederhana dan konsisten dapat membantu mengurangi jerawat di sekitar bibir sekaligus mencegah peradangan bertambah parah.

Langkah pertama yang penting dilakukan adalah menjaga kebersihan wajah dengan mencuci muka dua kali sehari menggunakan sabun berbahan lembut. Rambut yang terlalu berminyak juga sebaiknya rutin dibersihkan karena minyak dari rambut dapat memicu timbulnya jerawat di sekitar wajah.

Penggunaan produk perawatan kulit juga perlu diperhatikan. Pilih produk berbahan dasar air atau berlabel non-comedogenic agar tidak menyumbat pori pori kulit. Jika diperlukan, gunakan obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida, sulfur, atau asam salisilat untuk membantu mengontrol produksi minyak dan mengurangi bakteri.

Yang tak kalah penting, hindari kebiasaan memencet jerawat. Tindakan tersebut justru dapat memperparah peradangan, memicu infeksi, dan meninggalkan bekas pada kulit.

Apabila benjolan di bibir tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau disertai lepuhan yang terasa perih, pemeriksaan ke dokter kulit sebaiknya segera dilakukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut merupakan jerawat biasa atau infeksi herpes simpleks yang membutuhkan penanganan khusus. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sholihin Nur
PenulisSholihin NurBergabung di TIMES Indonesia sejak Juni 2015. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita Pemerintahan, Pendidikan, Olahraga, Teknologi, Seni Budaya dan Lifestyle
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia