Advertisement
Kesehatan

Waspada Hantavirus, Pakar Ingatkan Gejala dan Pencegahan

Beberapa waktu terakhir, masyarakat mulai khawatir akan ancaman hantavirus, yaitu penyakit yang ditularkan oleh hewan pengerat dan harus diwaspadai karena dapat memicu komplikasi serius pada paru-paru dan ginjal jika terlambat ditangani.

TIMES Indonesia,
Waspada Hantavirus, Pakar Ingatkan Gejala dan Pencegahan
ILUSTRASI: waspada hantavirus terutama saat musim hujan. (FOTO: Freepik)
A-AA+

MALANG Beberapa waktu terakhir, masyarakat mulai khawatir akan ancaman hantavirus, yaitu penyakit yang ditularkan oleh hewan pengerat dan harus diwaspadai karena dapat memicu komplikasi serius pada paru-paru dan ginjal jika terlambat ditangani.

Gejala awal penyakit ini cukup tricky karena mirip dengan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD), seperti demam, nyeri tubuh, dan lemas layaknya flu biasa. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pasien dapat mengalami sesak napas, pendarahan, hingga munculnya ruam. 

Advertisement

Dosen sekaligus Kepala Laboratorium Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. dr. H. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM., menjelaskan bahwa hantavirus masuk dalam kelompok virus RNA (Ribonucleic Acid) yang disebarkan oleh tikus. Infeksi virus hantavirus mudah menyebar melalui medium cairan hingga udara. Hal tersebut yang membedakannya dengan leptospirosis (penyakit kencing tikus) yang disebabkan oleh bakteri. 

“Virus ini mudah menyebar kepada manusia melalui urin atau gigitan hewan pengerat. Bahkan bisa melalui aerosol karena paparan udara yang mengandung partikel virus hanta dan terhirup oleh manusia,” tambahnya.

Febri menambahkan, infeksi virus ini terbagi dalam dua kondisi utama, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang mengganggu fungsi ginjal, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan. 

Febri menyebut belum ada obat spesifik atau vaksin untuk mengatasi hantavirus. Penanganan medis hanya berfokus pada terapi suportif guna menjaga fungsi organ vital pasien agar tetap berjalan dengan baik. Ia juga menganjurkan untuk memperkuat imunitas tubuh. 

“Risiko penularan ini semakin tinggi apabila musim hujan dan banjir, karena kawanan tikus kerap keluar dari sarang menuju area lembab atau kering,” tambahnya. 

Advertisement

Kendati demikian, ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dengan mengutamakan tindakan preventif secara disiplin. Langkah mitigasi paling efektif dimulai dari rumah, yakni dengan rutin membersihkan lingkungan serta menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sepatu, dan sarung tangan saat membersihkan gudang. Menjaga nutrisi dan istirahat yang cukup juga sangat vital untuk membentuk sistem imun tubuh.

“Kuncinya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan imunitas tubuh agar terhindar dari paparan infeksi, lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia