Advertisement
Kesehatan

Penderita Penyakit Kronis di Probolinggo Didampingi Penuh Pemerintah

Pemkab Probolinggo menjamin pengobatan gratis dan bansos bagi Muzayyanah, pasien kanker asal Banyuanyar. Keluarga buka donasi hanya untuk biaya operasional.

TIMES Indonesia,
Penderita Penyakit Kronis di Probolinggo Didampingi Penuh Pemerintah
Warga penderita penyakit kronis saat didampingi oleh petugas kesehatan. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Layanan kesehatan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jatim, bagi warganya yang menderita penyakit kronis terus digalakkan. Tak hanya sekedar jaminan fasilitas pengobatan gratis, melainkan juga pada pendampingan dan pemeriksaan berkala pada penderita.

Salah satu bentuk pendampingan ini diberikan kepada Muzayyanah, seorang penderita kanker asal Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar, kabupaten setempat. Pasien yang sejak awal tahun ini menjalani pengobatan kemoterapi rutin di RS Bhayangkara Bondowoso tersebut, dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari berbagai lini sektor pemerintahan.

Advertisement

Kepala UPT Puskesmas Banyuanyar, Ariska Okta Wardani menegaskan, seluruh proses penanganan medis Muzayyanah di rumah sakit sepenuhnya dijamin oleh negara. Pasien telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan, sehingga biaya tindakan kemoterapi tidak membebani pihak keluarga.

Lebih dari sekadar jaminan pembiayaan rumah sakit, pihak Puskesmas juga melakukan pengawalan kesehatan secara berkelanjutan. Pasien secara rutin mendapatkan pemantauan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Petugas kesehatan dari puskesmas setempat bahkan diterjunkan secara berkala untuk melakukan kunjungan rumah (home visit) guna memantau perkembangan kondisi fisik dan psikologis pasien secara langsung.

Dukungan untuk Muzayyanah pun mengalir dari sektor jaring pengaman sosial. Setiap bulannya, ia tercatat menerima bantuan sosial dari Dinas Sosial (Dinsos) serta bantuan tambahan penunjang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo.

“Pasien ini telah menerima bantuan dari Dinas Sosial yang keluar 3 bulan sekali dan tambahan Baznas. Kedua jenis bantuan itu masih berlangsung hingga saat ini,” jelas Ariska.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan menyampaikan, pola pendampingan proaktif ini merupakan standar pelayanan yang terus digalakkan di seluruh wilayah Probolinggo. Pemerintah daerah berkomitmen agar tidak ada satu pun warga berpenyakit kronis yang berjuang sendirian tanpa adanya intervensi medis.

Advertisement

"Kami di jajaran dinas kesehatan, melalui Puskesmas sebagai garda terdepan, terus memastikan bahwa pasien dengan penyakit kronis mendapatkan pengawalan yang komprehensif. Mulai dari kemudahan akses BPJS, kepesertaan Prolanis, hingga intervensi langsung lewat program kunjungan rumah," ujar dr. Hariawan.

Di sisi lain, Muzayyanah sendiri membenarkan dan mengapresiasi berbagai bantuan serta perhatian yang telah diberikan oleh jajaran pemerintah daerah, baik dari segi penanganan medis maupun bantuan sosial bulanan.

Mengenai dirinya yang open donasi, ia mengklarifikasi bahwa pembukaan donasi daring oleh keluarganya semata-mata dipersiapkan untuk menopang biaya transportasi operasional bolak-balik Probolinggo–Bondowoso yang harus dijalani secara rutin, serta kebutuhan pemulihan mandiri di luar fasilitas rumah sakit.

“Saya menerima bantuan dari pemerintah. Namun, perjalanan medis ke Bondowoso yang harus dilakukan setiap 20 hari sekali memang membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi operasional yang cukup besar di luar tanggungan medis rumah sakit,” pungkas Muzayyanah saat ditemui. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Abdul Jalil
PenulisAbdul JalilJurnalis Muda wilayah Probolinggo yang telah bergabung bersama TIMES Indonesia sejak tahun 2020. Fokus peliputan pada Pemerintahan, Politik, Sosial dan Budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia