Advertisement
Kesehatan

Minum Kopi Rutin Dikaitkan dengan Umur Lebih Panjang, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Penelitian terbaru mengungkap senyawa polifenol dalam kopi dapat mengaktifkan reseptor NR4A1 yang berperan melindungi tubuh dari peradangan, kerusakan sel, hingga proses penuaan.

TIMES Indonesia,
Minum Kopi Rutin Dikaitkan dengan Umur Lebih Panjang, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Selain kafein, senyawa polifenol dalam kopi dianggap memberikan manfaat kesehatan.
A-AA+

JAKARTA Kabar baik bagi para pencinta kopi. Sejumlah penelitian dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan bahwa minuman favorit miliaran orang di dunia ini tidak hanya membantu meningkatkan energi, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.

Sebelumnya, berbagai studi telah mengaitkan konsumsi kopi secara rutin dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian akibat berbagai penyebab. Kini, para ilmuwan semakin memahami mekanisme biologis yang mungkin menjadi alasan di balik manfaat tersebut.

Advertisement

Peneliti dari Texas A&M College of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences (VMBS) baru-baru ini mempublikasikan temuan terbaru mereka dalam jurnal ilmiah Nutrients. Penelitian tersebut mengungkap bahwa sejumlah senyawa alami dalam kopi mampu mengaktifkan reseptor bernama NR4A1, yakni protein yang berada di dalam sel manusia dan berperan penting dalam respons tubuh terhadap stres, penyakit, serta proses penuaan.

Profesor Fisiologi dan Farmakologi Veteriner VMBS, Stephen Safe, menjelaskan bahwa kopi telah lama dikenal memiliki berbagai sifat yang mendukung kesehatan. Menurutnya, penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa sebagian manfaat tersebut kemungkinan berkaitan dengan interaksi senyawa kopi dengan reseptor NR4A1.

"Yang kami tunjukkan adalah beberapa efek positif kopi mungkin terkait dengan cara senyawa di dalamnya berinteraksi dengan reseptor ini, yang berperan dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat stres," ujar Safe, Selasa (9/6/2026).

NR4A1 dikenal sebagai "sensor nutrisi" yang merespons berbagai senyawa dari makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia. Reseptor ini terlibat dalam sejumlah proses biologis penting seperti pengendalian peradangan, metabolisme tubuh, hingga perbaikan jaringan yang mengalami kerusakan.

Menurut para peneliti, ketika terjadi kerusakan pada jaringan tubuh, NR4A1 akan membantu menekan dampak kerusakan tersebut. Sebaliknya, jika fungsi reseptor ini terganggu atau hilang, tingkat kerusakan yang terjadi bisa menjadi lebih parah.

Advertisement

Dalam penelitian laboratorium tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa senyawa polihidroksi dan polifenol yang terdapat dalam kopi, termasuk asam kafeat (caffeic acid), dapat berikatan dan mengaktifkan reseptor NR4A1. Aktivasi ini diyakini mampu memengaruhi perilaku sel sehingga membantu mengurangi kerusakan seluler dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut sejauh ini masih terbatas pada model laboratorium dan belum dibuktikan melalui uji klinis pada manusia.

Menariknya, penelitian ini juga menunjukkan bahwa kafein kemungkinan bukan komponen utama yang bertanggung jawab atas berbagai manfaat kesehatan kopi. Walaupun kafein dapat berikatan dengan reseptor NR4A1, efeknya dalam model penelitian dinilai relatif kecil dibandingkan senyawa polifenol yang terkandung dalam kopi.

"Kafein memang berikatan dengan reseptor tersebut, tetapi tidak memberikan banyak efek dalam model yang kami gunakan. Senyawa polihidroksi dan polifenol jauh lebih aktif," jelas Safe.

Meski hasil penelitian ini menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa manfaat kesehatan kopi kemungkinan tidak hanya berasal dari satu jalur biologis. Masih terdapat banyak reseptor dan mekanisme lain yang terlibat sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami seluruh efek kopi terhadap kesehatan manusia.

Temuan ini juga membuka peluang baru dalam pengembangan terapi medis. Karena reseptor NR4A1 berperan dalam banyak proses biologis penting, pemahaman yang lebih mendalam terhadap mekanisme kerjanya dapat membantu para ilmuwan mengembangkan obat atau terapi baru untuk berbagai penyakit, termasuk kanker.

Saat ini, tim peneliti tengah mengkaji senyawa sintetis yang dapat menargetkan reseptor NR4A1 dengan efektivitas lebih tinggi dibandingkan senyawa alami yang terdapat dalam kopi. Jika penelitian tersebut berhasil, temuan sederhana dari secangkir kopi setiap hari bisa menjadi langkah awal menuju pengembangan terapi kesehatan yang lebih canggih di masa depan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia