Advertisement
Kesehatan

Radioterapi Pengobatan Kanker, Siloam Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator

Siloam Hospitals Surabaya resmi mengoperasikan fasilitas Linear Accelerator (LINAC) dan CT Simulator untuk memperkuat layanan kanker komprehensif di Jawa Timur.

TIMES Indonesia,
Radioterapi Pengobatan Kanker, Siloam Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
Direktur Siloam Surabaya dr Maria M, dokter spesialis onkologi dr Dyah Erawati, dan Executive Director Siloam Surabaya Indrajani Harsono saat menunjukkan cara kerja LINAC, Jumat (19/6/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
A-AA+

Surabaya Radioterapi masih menjadi salah satu pilar utama dalam upaya pengobatan bagi penderita kanker. Dalam praktik klinis, radioterapi sering menjadi bagian penting dari tata laksana kanker yang dikombinasikan dengan tindakan operasi maupun kemoterapi.

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan kanker, ketersediaan fasilitas diagnosis dan terapi yang modern menjadi faktor penting dalam memastikan pasien memperoleh penanganan yang tepat waktu serta optimal. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia mencatat lebih dari 408.000 kasus kanker baru dan sekitar 242.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya.

Advertisement

Merespons tingginya kebutuhan tersebut, Siloam Hospitals Surabaya resmi mengoperasikan fasilitas Linear Accelerator (LINAC) dan CT Simulator sebagai bagian dari penguatan layanan kanker komprehensif bagi masyarakat Jawa Timur dan wilayah sekitarnya.

Siloam Surabaya - 2
Siloam Surabaya - 2

Kehadiran fasilitas radioterapi modern ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses terapi kanker presisi, sekaligus mendukung kebutuhan pasien yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan kapasitas layanan radioterapi.

"Bagi banyak pasien kanker, akses terhadap radioterapi tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga waktu, biaya perjalanan, serta kedekatan dengan keluarga selama menjalani terapi," ungkap Direktur Siloam Hospitals Surabaya, dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, Jumat (19/6/2026).

Ia menegaskan, kehadiran fasilitas ini merupakan komitmen rumah sakit untuk menghadirkan layanan kanker yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Dalam penanganan kanker, faktor waktu memiliki peran yang krusial. Kehadiran LINAC dan CT Simulator memungkinkan pasien memperoleh terapi secara lebih cepat, presisi, dan dekat dengan lingkaran dukungan keluarga mereka.

Advertisement

"Bagi kami, teknologi bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang memberikan harapan yang lebih besar bagi pasien untuk mempertahankan kualitas hidupnya,” imbuh dr. Maria Magdalena.

Dengan dukungan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis, tenaga kesehatan terlatih, serta teknologi medis terkini, Siloam Hospitals Surabaya terus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat layanan kesehatan rujukan di Jawa Timur.

Akurasi Teknologi LINAC dan CT Simulator

Pada kesempatan yang sama, peresmian fasilitas ini turut diisi dengan sesi edukasi mengenai perkembangan teknologi radioterapi oleh dr. Dyah Erawati, Sp.Rad., Sp.Onk.Rad (K), dokter spesialis onkologi radiasi keganasan thoraks, pediatrik, dan limfo muskulskeletal.

Siloam Surabaya - 3
Direktur Siloam Surabaya dr Maria M, dokter spesialis onkologi dr Dyah Erawati, dan Executive Director Siloam Surabaya Indrajani Harsono saat menunjukkan cara kerja CT Simulator, Jumat (19/6/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Dalam pemaparannya, dr. Dyah menjelaskan bagaimana kemajuan teknologi radioterapi memberikan peluang yang semakin besar untuk terapi yang tepat sasaran dengan meminimalisir paparan pada jaringan sehat di sekitar area target.

"Dengan dukungan LINAC dan CT Simulator, proses perencanaan dan pemberian terapi dapat dilakukan secara lebih optimal sehingga membantu meningkatkan kualitas penanganan pasien kanker,” ujar dr. Dyah Erawati sembari menunjukkan mekanisme kerja alat tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, LINAC merupakan teknologi radioterapi yang digunakan untuk menghasilkan pancaran energi presisi tinggi hingga 0.5 mm guna menghancurkan sel kanker dengan tingkat akurasi tinggi. Teknologi ini memungkinkan dosis radiasi difokuskan secara tepat pada area tumor, sehingga memaksimalkan efektivitas terapi sekaligus mengurangi efek samping pada jaringan sehat di sekitarnya.

Sementara itu, CT Simulator berperan pada tahap perencanaan terapi dengan menghasilkan pencitraan tiga dimensi yang detail.

"Teknologi ini membantu dokter dan tim radioterapi memetakan area target secara akurat, sehingga terapi dapat dirancang sesuai kondisi anatomi masing-masing pasien," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia