Advertisement
Kesehatan

Dracin Persuit of Jade Buktikan Budaya Kerokan Bukan dari Indonesia

Penggemar drama Cina atau dracin pasti nggak skip drama Persuit of Jade. Drama romansa berlatar sejarah ini terdapat adegan kerokan

TIMES Indonesia,
Dracin Persuit of Jade Buktikan Budaya Kerokan Bukan dari Indonesia
Drama Persuit of Jade.
A-AA+

JAKARTA Drama Cina Persuit of Jade menguak fakta baru bahwa budaya kerokan bukan asli Indonesia. 

Penggemar drama Cina atau dracin pasti nggak skip drama Persuit of Jade. Drama romansa berlatar sejarah ini terdapat adegan kerokan yang dilakukan oleh dua karakter utamanya Zhang Ling He dan Tian Xiwei. 

Advertisement

Nah ternyata menang kerokan bukan dari Indonesia tapi dari Cina. Sejarahwan meyakini praktik kerokan sudah ada di Cina Kuno sekitar abad ke-5 Masehi. Kerokan yang disebut gua sha merupakan metode terapi pengobatan tradisional dengan menggosokkan benda tumpul ke bagian tubuh. 

Persuit of Jade

Pada masa itu teknik gua sha menggunakan media seperto batu giok yang dipercaya dapat menyerap energi negatif sekaligus membuka pori-pori. 

Pada perkembangannya, giok sulit didapat oleh rakyata biasa. Karena itu mereka menggunakan koin logam sebagai alatnya. 

Gua sha masuk di Nusantara sekitar abad ke-10 yang dikenalkan oleh pedagang Cina. Mereka yang lelah berlayar melakukan gua sha yang kemudian ditiru warga pesisir. Mereka menjelaskan gua sha dilakukan untuk kebugaran lewata melancarkan aliran darah. Akhirnya warga pribumi terbiasa dengan kerokan jika badan terasa tidak nyaman. 

Advertisement

Praktik kerokan juga aada di beberapa negara Asia lainnya, seperti di Vietnam dan Kamboja. 

Secara medis, kerokan memang ampuh untuk melancarkan sirkulasi darah. Gesekan dan tekanan pada kulit dapat memicu inflamasi ringan hingga melebarkan pembuluh dara kaliper. Dari situlah sirkulasi darah akan lebih lancara dan memicu pelepasan endorfin yang memberikan rasa nyaman. 

Namun dokter tidak menyarankan terlalu sering melakukan kerokan, karena dapat mengiritasi kulit. Disarankan menggunakan minyak pelicin supaya tidak terjadi iritasi. 

Dokter juga menyarankan untuk menghindari bagian tertentu untuk dikerok, seperti leher akrena terdapat pembuluh darah yang cukup besar di area tersebut. 

Kalau TIMES Lovers tim kerokan atau minum obat? (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Dhina Chahyanti
PenulisDhina ChahyantiSarjana Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor AJP dan Gaya Hidup, sekaligus Host Podcast.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia