Panduan Membaca Label Gizi untuk Mengontrol Asupan Gula, Garam, dan Kalori
Jangan mudah percaya klaim sehat pada kemasan makanan. Pelajari cara membaca label gizi dengan benar agar lebih cermat memilih produk dan mengontrol asupan kalori, gula, garam, serta lemak setiap hari.
JAKARTA – Pernahkah Anda memperhatikan label gizi yang tertera di balik kemasan makanan atau minuman yang dibeli? Bagi sebagian orang, bagian ini sering kali terlewat karena dianggap rumit, memakan waktu, atau kurang penting. Padahal, label gizi merupakan sumber informasi utama untuk mengetahui kandungan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh setiap hari.
Di tengah maraknya produk yang menawarkan klaim seperti “rendah lemak”, “tanpa gula”, atau “tinggi serat”, konsumen perlu lebih cermat. Klaim tersebut memang dapat menjadi informasi tambahan, namun tidak selalu menggambarkan keseluruhan kualitas nutrisi suatu produk. Karena itu, memahami label gizi menjadi langkah penting untuk membuat keputusan yang lebih bijak saat memilih makanan dan minuman kemasan.
Mengapa Label Gizi Penting?
Dikutip dari situs ayosehat.kemkes.go.id, label gizi memberikan gambaran lengkap mengenai kandungan nutrisi dalam suatu produk, mulai dari energi atau kalori, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga kadar gula dan natrium.
Dengan memahami informasi tersebut, konsumen dapat mengontrol asupan gula, garam, dan lemak secara lebih baik, memilih produk yang lebih kaya serat dan protein, serta mengatur pola makan sesuai kebutuhan kesehatan maupun tujuan pengelolaan berat badan.
Orang yang terbiasa membaca label gizi umumnya lebih selektif dalam memilih makanan dan lebih mudah menghindari produk yang tinggi kalori tetapi rendah nilai gizi.
Perhatikan Ukuran Porsi Terlebih Dahulu
Salah satu bagian yang paling sering diabaikan adalah ukuran porsi atau serving size. Padahal seluruh informasi dalam tabel gizi dihitung berdasarkan satu porsi penyajian.
Artinya, jika seseorang mengonsumsi dua porsi sekaligus, maka jumlah kalori, gula, lemak, maupun karbohidrat yang masuk ke tubuh juga harus dikalikan dua.
Kesalahan dalam memahami ukuran porsi sering menjadi penyebab seseorang merasa sudah menjaga pola makan, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.
Cermati Jumlah Kalori
Kalori merupakan sumber energi yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas. Informasi ini penting terutama bagi mereka yang sedang mengatur berat badan.
Dengan mengetahui jumlah kalori per porsi, konsumen dapat memperkirakan total energi yang dikonsumsi dalam sehari dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh.
Namun, angka kalori hanya akan akurat jika dikaitkan dengan jumlah porsi yang benar-benar dikonsumsi.
Kenali Kandungan Karbohidrat, Protein, dan Lemak
Tiga zat gizi makro ini memiliki peran besar dalam menentukan kualitas suatu produk makanan.
Karbohidrat merupakan sumber energi utama dan mencakup gula maupun serat. Serat menjadi komponen yang penting karena membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Protein berperan dalam pembentukan serta pemeliharaan jaringan tubuh, termasuk massa otot. Sementara itu, lemak merupakan sumber energi yang padat sehingga konsumsinya perlu diperhatikan, terutama lemak jenuh dan lemak trans yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Waspadai Gula dan Natrium Tersembunyi
Banyak makanan olahan mengandung gula dan natrium dalam jumlah yang tidak sedikit. Padahal konsumsi berlebihan keduanya dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Gula tambahan sering kali hanya menambah kalori tanpa memberikan manfaat gizi yang berarti. Sementara natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Karena itu, memeriksa kandungan gula dan natrium pada label gizi menjadi kebiasaan yang penting, terutama bagi mereka yang sedang menjaga kesehatan metabolik atau memiliki riwayat penyakit tertentu.
Pahami Persentase AKG
Persentase Angka Kecukupan Gizi (%AKG) menunjukkan kontribusi suatu nutrisi terhadap kebutuhan harian rata-rata.
Sebagai panduan sederhana, nilai sekitar lima persen atau kurang tergolong rendah, sedangkan dua puluh persen atau lebih tergolong tinggi.
Informasi ini membantu konsumen membandingkan berbagai produk dengan lebih cepat saat berbelanja.
Jangan Lewatkan Daftar Komposisi
Selain tabel gizi, bagian yang tidak kalah penting adalah daftar bahan atau ingredients list.
Bahan-bahan dalam daftar tersebut ditulis berdasarkan jumlah terbanyak hingga paling sedikit. Jika gula, sirup, atau bahan olahan tertentu berada di urutan awal, itu menandakan kandungannya cukup dominan dalam produk tersebut.
Daftar komposisi juga dapat membantu konsumen mengenali seberapa banyak bahan tambahan yang digunakan dalam suatu produk.
Cara Praktis Membaca Label Gizi
Agar lebih mudah, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan saat memeriksa label gizi:
-
Perhatikan ukuran porsi terlebih dahulu.
-
Sesuaikan perhitungan jika mengonsumsi lebih dari satu porsi.
-
Cermati jumlah kalori per sajian.
-
Periksa kandungan gula, lemak, dan natrium.
-
Pilih produk yang mengandung lebih banyak serat dan protein.
-
Baca daftar komposisi untuk mengetahui bahan utama yang digunakan.
Jangan Hanya Percaya Klaim di Depan Kemasan
Klaim pemasaran seperti “alami”, “rendah lemak”, atau “tanpa gula tambahan” memang menarik perhatian. Namun keputusan terbaik tetap didasarkan pada informasi yang tercantum dalam label gizi dan daftar komposisi.
Membiasakan diri membaca label gizi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Dengan memahami informasi yang tersedia, konsumen dapat memilih produk secara lebih cerdas, mengontrol asupan nutrisi, serta membangun pola makan yang lebih sehat dalam jangka panjang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


