Advertisement
Kesehatan

Ketahui Penyebab Gagal Ginjal, Dokter Ingatkan Pentingnya Kontrol Gula Darah dan Tensi

Dokter spesialis penyakit dalam RSUI membeberkan faktor pemicu gagal ginjal akut dan kronis, mulai dari dehidrasi, infeksi, hingga komplikasi hipertensi.

TIMES Indonesia,
Ketahui Penyebab Gagal Ginjal, Dokter Ingatkan Pentingnya Kontrol Gula Darah dan Tensi
Ilustrasi - Gagal ginjal akut. (Foto: ANTARA/Handout/am.)
A-AA+

JAKARTA Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM, menyampaikan bahwa gangguan gagal ginjal sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor penyebab, mulai dari dehidrasi hingga komplikasi penyakit lain seperti hipertensi dan diabetes.

Anindia menjelaskan, penyakit gagal ginjal secara umum terbagi menjadi dua klasifikasi. Pertama adalah gagal ginjal akut, yang biasanya dipicu oleh faktor pencetus jangka pendek seperti dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.

Advertisement

“Seperti misalkan ada infeksi, dehidrasi kekurangan cairan yang berat. Kalau kita atasi faktor penyebabnya, kita harapkan fungsi ginjal dapat kembali seperti semula,” kata Anindia kepada ANTARA di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Kedua adalah gagal ginjal kronis. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh faktor yang telah berjalan lama, bahkan bisa mencapai puluhan tahun. Hal ini umumnya diawali dari penerapan gaya hidup yang tidak sehat sehingga memicu munculnya penyakit penyerta lain, seperti diabetes melitus hingga hipertensi.

“Hipertensi yang lama dan tidak terkontrol lama-lama mengganggu fungsi ginjal, menyebabkan komplikasi ke ginjal hingga akhirnya menyebabkan penyakit ginjal kronis,” ujar Anindia.

Berdasarkan data dari laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, gagal ginjal akut merupakan kerusakan ginjal yang terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan hari. Sebaliknya, gagal ginjal kronis adalah kondisi ketika organ ginjal telah mengalami kerusakan parah dalam jangka waktu lama, atau telah berlangsung lebih dari tiga bulan.

Anindia menambahkan, apabila faktor penyebab yang mencetuskan gangguan fungsi ginjal—seperti dehidrasi maupun infeksi—masih bisa ditangani secara cepat, maka pasien kemungkinan besar tidak perlu menjalani prosedur hemodialisis atau cuci darah secara berkelanjutan.

Advertisement

Namun, kondisi berbeda terjadi pada pasien gagal ginjal kronis. Jika penurunan fungsi ginjal diakibatkan oleh faktor menahun seperti hipertensi maupun diabetes melitus yang merusak organ secara perlahan, maka pasien akan membutuhkan tindakan hemodialisis secara berkepanjangan.

“Kalau pada gagal ginjal akut, mungkin dia ada penyebab khusus yang membuat gangguan fungsi ginjal, penurunan fungsi ginjal sementara. Namun ada juga pada pasien dengan gagal ginjal kronis yang membutuhkan proses hemodialisis,” tutur Anindia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia