Sukses Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Probolinggo Diganjar Penghargaan dari Pemprov Jatim
Pemkab Probolinggo menjadi daerah dengan tingkat penurunan AKB tertinggi di Jatim. Diganjar penghargaan dari Pemprov.
TIMESINDONESIA –
PROBOLINGGO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menorehkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan. Berkat komitmen dan kerja kerasnya, daerah ini menerima penghargaan dan apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur atas keberhasilannya dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Apresiasi dari Pemprov Jatim ini diberikan menyusul pencapaian luar biasa Pemkab Probolinggo dalam menekan kasus kematian bayi tahun 2025. Penghargaan itu diberikan di Hotel Singhasari Malang pada 24 Juni 2026.
Tercatat, penurunan AKB di Kabupaten Probolinggo terbilang sangat drastis dan berhasil menjadi angka penurunan yang tertinggi di seluruh wilayah Jawa Timur. Selain Kabupaten Probolinggo, ada empat daerah lain yang turut menerima penghargaan tersebut.
Tren positif ini juga diikuti oleh indikator kesehatan ibu. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Probolinggo juga dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun persentase penurunannya belum sesignifikan pada kasus kematian bayi.
Keberhasilan ini tentu tidak diraih secara instan. Terdapat berbagai upaya dan intervensi strategis yang dilakukan oleh pemerintah daerah secara lintas sektor. Sesuai dengan petunjuk dan arahan Bapak Bupati, Pemkab Probolinggo menerapkan langkah preventif dari hulu ke hilir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan menyampaikan, banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam membangun upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi tersebut.
Langkah pertama dimulai dari calon pengantin. Pemerintah secara aktif mendeteksi potensi risiko pada calon pengantin, khususnya yang berkaitan dengan risiko kesehatan reproduksi dan kesiapan fisik. Apabila ditemukan adanya risiko kesehatan, petugas akan langsung memberikan pendampingan secara intensif kepada para calon pengantin tersebut sebelum mereka memasuki masa kehamilan.
Selain itu, intervensi juga difokuskan pada masa kehamilan. Petugas kesehatan terus melakukan pendampingan ketat kepada para ibu hamil, terutama mereka yang terdeteksi memiliki risiko tinggi. Optimalisasi layanan Antenatal Care (ANC) atau pelayanan pemeriksaan kehamilan di berbagai fasilitas kesehatan terus ditingkatkan.
"Kita terus mendorong dan memastikan agar setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan yang standar dan memadai. Melalui pemeriksaan rutin, risiko-risiko kehamilan dapat dideteksi dan diminimalisir sedini mungkin," ujarnya.
Dengan berbagai upaya kolaboratif ini, Pemkab Probolinggo berharap proses persalinan para ibu dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta mampu melahirkan generasi penerus, yakni bayi-bayi yang sehat, kuat, dan terbebas dari stunting. Penghargaan dari Pemprov Jatim ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. (ad)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


