Advertisement
Kesehatan

Wajib Tahu! Ini 6 Pemicu Asma yang Harus Diwaspadai Sehari-hari

Sering mengalami sesak napas? Kenali 6 faktor pemicu asma yang paling umum di sekitar kita, mulai dari debu hingga stres, demi mencegah serangan mendadak.

TIMES Indonesia,
Wajib Tahu! Ini 6 Pemicu Asma yang Harus Diwaspadai Sehari-hari
Ilustrasi. Gejala asma sebenarnya dapat dikendalikan dengan mengenali dan menghindari berbagai faktor pemicu serangan asma. (Foto: AI/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Asma merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan kronis yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Penyakit ini menyebabkan peradangan dan penyempitan pada saluran udara, yang mengakibatkan penderitanya mengalami sesak napas, batuk-batuk, hingga dada terasa sesak.

Meskipun belum bisa disembuhkan secara total, gejala asma sebenarnya dapat dikendalikan dengan baik. Langkah awal yang paling krusial adalah dengan mengenali dan menghindari berbagai faktor pemicu serangan asma.

Advertisement

Berikut adalah beberapa pemicu asma yang paling umum dan harus diwaspadai dalam aktivitas sehari-hari:

Faktor Pemicu Asma yang Wajib Diwaspadai

1. Alergen Lingkungan (Debu dan Tungau)

Tungau debu rumah yang sering hidup di kasur, karpet, gorden, atau sofa merupakan salah satu pemicu utama serangan asma. Selain itu, serbuk sari dari tanaman serta bulu hewan peliharaan seperti kucing dan anjing juga sering kali memicu reaksi alergi yang berujung pada penyempitan saluran napas.

2. Polusi Udara dan Asap Rokok

Paparan asap rokok—baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif—sangat berbahaya bagi penderita asma karena dapat mengiritasi saluran pernapasan secara langsung. Selain asap rokok, polusi udara jalanan, asap pabrik, hingga asap pembakaran sampah juga menjadi pemicu yang sering diabaikan.

3. Perubahan Cuaca dan Suhu Dingin

Udara yang terlalu dingin atau kering dapat menyebabkan saluran udara menyempit dan memicu produksi lendir berlebih. Di Indonesia, perubahan cuaca yang tidak menentu atau penggunaan pendingin ruangan (AC) yang terlalu dingin di dalam kamar sering kali memicu kekambuhan asma di malam atau pagi hari.

4. Infeksi Saluran Pernapasan

Penyakit infeksi virus atau bakteri yang menyerang sistem pernapasan, seperti flu, batuk pilek (common cold), hingga bronkitis, dapat memperburuk peradangan pada saluran napas. Penderita asma umumnya akan lebih rentan mengalami serangan hebat saat mereka sedang terserang flu.

Advertisement

5. Stres dan Tekanan Emosional

Kondisi psikologis ternyata berpengaruh besar terhadap fisik. Stres berat, rasa cemas yang berlebihan, atau bahkan luapan emosi yang terlalu kuat (seperti tertawa atau menangis terlalu keras) dapat mengubah pola napas dan memicu otot-otot di sekitar saluran pernapasan menegang.

6. Aktivitas Fisik yang Terlalu Berat

Olahraga atau aktivitas fisik yang intensitasnya terlalu tinggi terkadang dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai Exercise-Induced Bronchoconstriction (EIB). Penderita asma tetap disarankan berolahraga, namun harus memilih jenis olahraga yang tepat dan melakukan pemanasan yang cukup.

Langkah Pencegahan dan Penanganan Dini

Untuk meminimalkan risiko serangan yang dapat membahayakan nyawa, penderita asma diimbau untuk melakukan langkah-langkah preventif berikut:

  • Menjaga Kebersihan Rumah: Bersihkan kamar dan cuci sprei secara rutin dengan air hangat untuk membunuh tungau.

  • Gunakan Masker: Selalu gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau saat berada di lingkungan yang berdebu.

  • Sedia Inhaler Pelega: Pastikan obat pelega (reliever inhaler) selalu dibawa ke mana pun untuk penanganan darurat saat gejala mulai muncul.

  • Konsultasi Dokter: Lakukan pemeriksaan berkala untuk menyusun rencana penanganan asma (Asthma Action Plan) yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Melalui peningkatan kewaspadaan terhadap faktor-faktor pemicu ini, diharapkan angka kekambuhan asma di masyarakat dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penderitanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Deasy Mayasari
PenulisDeasy MayasariSarjana Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Malang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2015 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia