Advertisement
Kesehatan

Studi: Parasit pada Kucing Berpotensi Sebabkan Kerusakan Retina Mata

Peneliti mengungkap parasit Toxoplasma gondii yang berkaitan dengan kucing diperkirakan telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Dalam kasus tertentu, infeksi dapat menyebabkan kerusakan retina hingga kebutaan permanen.

TIMES Indonesia,
Studi: Parasit pada Kucing Berpotensi Sebabkan Kerusakan Retina Mata
Kucing merupakan inang utama (definitive host) bagi parasit Toxoplasma gondii, parasit yang bisa menyebabkan gangguan pada mata.
A-AA+

JAKARTA Studi terbaru menyebutkan parasit yang berkaitan dengan kucing, Toxoplasma gondii, dapat menyebabkan kerusakan retina mata hingga kebutaan permanen. 

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases itu juga mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menetapkan toksoplasmosis sebagai penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Disease/NTD). Para peneliti menilai penyakit ini masih kurang mendapat perhatian, padahal dampaknya terhadap kesehatan masyarakat cukup besar.

Advertisement

Kucing merupakan inang utama (definitive host) bagi parasit Toxoplasma gondii. Parasit berkembang biak di dalam usus kucing dan dapat keluar bersama kotorannya dalam bentuk telur mikroskopis (oocyst). Telur parasit tersebut kemudian dapat mencemari tanah, air, maupun lingkungan di sekitarnya.

Manusia tidak harus memelihara kucing untuk dapat terinfeksi. Penularan bisa terjadi ketika seseorang tanpa sengaja menyentuh tanah atau benda yang terkontaminasi kotoran kucing, kemudian tidak mencuci tangan sebelum makan. Selain itu, infeksi juga dapat terjadi akibat mengonsumsi daging yang kurang matang, sayur dan buah yang tidak dicuci bersih, atau air yang telah tercemar parasit tersebut.

Menurut penulis utama penelitian sekaligus dokter spesialis mata dari Flinders University, Australia, Justine Smith, toksoplasmosis merupakan salah satu penyebab utama infeksi mata di dunia, tetapi belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan dampaknya.

"Toksoplasmosis adalah penyebab utama infeksi mata dan salah satu penyebab penting kehilangan penglihatan di seluruh dunia, tetapi masih mendapat perhatian yang sangat terbatas dalam agenda kesehatan global. Dengan pengakuan WHO, kita dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanganannya," ujar Smith.

Sebagian besar orang yang terinfeksi Toxoplasma gondii tidak menyadari dirinya membawa parasit tersebut karena tidak mengalami gejala. Namun, pada sebagian orang, terutama ibu hamil, bayi yang terinfeksi sejak dalam kandungan, serta mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius.

Advertisement

Salah satu komplikasi yang paling berbahaya adalah toksoplasmosis okular, yaitu infeksi yang menyebabkan peradangan pada retina. Kondisi ini dapat meninggalkan jaringan parut pada retina sehingga mengganggu penglihatan. Dalam kasus yang berat, kerusakan tersebut dapat bersifat permanen dan menyebabkan kebutaan.

Peneliti João Furtado menegaskan bahwa penyakit ini sebenarnya dapat dicegah karena jalur penularannya sudah diketahui dengan baik. Menurutnya, peningkatan keamanan pangan, akses terhadap air bersih, sanitasi yang baik, serta edukasi mengenai cara penanganan kotoran kucing merupakan langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit.

Para peneliti juga menekankan bahwa keberadaan kucing bukan berarti harus ditakuti atau disingkirkan. Risiko penularan dapat ditekan dengan menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan kotak pasir kucing menggunakan sarung tangan, mencuci tangan setelah berkebun atau kontak dengan tanah, serta memastikan makanan, terutama daging, dimasak hingga matang.

Tim peneliti menilai pengakuan resmi WHO terhadap toksoplasmosis sebagai penyakit tropis terabaikan akan membuka peluang lebih besar bagi pendanaan riset, pengembangan metode pencegahan, serta peningkatan akses diagnosis dan pengobatan di berbagai negara. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban penyakit yang selama ini masih kurang mendapat perhatian, meski diperkirakan telah menginfeksi miliaran orang di seluruh dunia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia