Advertisement
Kesehatan

Mengenal 8 Jenis Gangguan Kesehatan Mental yang Umum Terjadi

Ada beberapa jenis gangguan kesehatan mental (mental illness) beserta gejalanya. Hindari sself-diagnosis, langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional

TIMES Indonesia,
Mengenal 8 Jenis Gangguan Kesehatan Mental yang Umum Terjadi
Ilustrasi. Seseorang dengan gangguan kesehatan mental sedang melakukan konsultasi. (Foto: Freepik)
A-AA+

JAKARTA Gangguan kesehatan mental atau mental health disorders merupakan kondisi medis yang memengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Kondisi ini dapat terjadi sesekali atau berlangsung dalam jangka panjang (kronis). Ketika perubahan tersebut mulai menghambat aktivitas sehari-hari, interaksi sosial, dan menurunkan kualitas hidup normal, maka kondisi ini dikategorikan sebagai gangguan jiwa atau mental illness.

Meskipun ada lebih dari 200 jenis gangguan mental yang bisa dialami seseorang, terdapat beberapa jenis yang paling umum terjadi di sekitar kita. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah ulasan lengkap mengenai jenis, gejala, serta faktor pemicunya berdasarkan pemahaman medis saat ini.

Advertisement

Gejala Umum dan Faktor Risiko

Gejala gangguan mental sangat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Namun, secara umum tanda-tanda mental illness dapat dikenali melalui beberapa indikator berikut:

  • Gangguan Emosi & Pikiran: Perasaan sedih berkepanjangan, ketakutan atau kecemasan yang berlebihan, perubahan suasana hati (mood) yang ekstrem, serta kesulitan berkonsentrasi.

  • Perubahan Perilaku: Penarikan diri dari lingkungan sosial, perubahan besar pada pola makan dan tidur, hingga adanya pikiran atau tindakan menyakiti diri sendiri (self-harm) dan bunuh diri.

  • Gejala Fisik (Psikosomatis): Rasa lelah berlebihan, sakit kepala, nyeri punggung, hingga gangguan pencernaan yang tidak disebabkan oleh penyakit fisik murni.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan mental belum diketahui secara absolut. Kendati demikian, beberapa faktor risiko kuat yang diduga memicu kondisi ini meliputi faktor genetika (riwayat keluarga), ketidakseimbangan senyawa kimia (neurotransmitter) di otak, pengalaman traumatis masa lalu (pelecehan atau penelantaran), stres berat akibat masalah finansial atau keluarga, serta cedera fisik pada kepala.

Advertisement

Ragam Jenis Gangguan Kesehatan Mental

1. Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati (mood disorder) yang menyebabkan seseorang merasa sedih, murung, dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari secara berlarut-larut. Seseorang didiagnosis mengalami depresi jika gejala ini menetap selama lebih dari 2 minggu hingga berbulan-bulan.

2. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders)

Rasa cemas adalah hal normal, namun menjadi sebuah gangguan ketika seseorang merespons situasi dengan rasa takut dan khawatir yang berlebihan tanpa alasan yang jelas serta sulit dikendalikan. Beberapa jenis gangguan kecemasan yang sering dijumpai antara lain:

3. Gangguan Bipolar

Gangguan mental ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem dan drastis. Penderita bipolar dapat berayun dari kondisi yang sangat bersemangat menuju kondisi yang sangat terpuruk.

4. Skizofrenia

Skizofrenia merupakan jenis gangguan psikosis yang mengacaukan pikiran, ingatan, dan perilaku, sehingga penderitanya mengalami kesulitan berat untuk membedakan kenyataan dengan isi pikirannya sendiri.

5. Gangguan Makan (Eating Disorders)

Gangguan ini berkaitan erat dengan perilaku makan yang tidak sehat akibat kecemasan berlebih terhadap bentuk tubuh dan berat badan. Tiga jenis gangguan makan yang paling sering terjadi adalah:

  • Anoreksia Nervosa: Obsesi untuk kurus yang membuat penderitanya sengaja makan sangat sedikit, bahkan saat berat badannya sudah jauh di bawah rata-rata.

  • Bulimia Nervosa: Kecenderungan makan dalam porsi besar, yang kemudian dimuntahkan kembali secara paksa atau menggunakan obat pencahar karena takut berat badan naik.

  • Binge Eating Disorder (BED): Kondisi kehilangan kendali atas pola makan sehingga mengonsumsi makanan dalam porsi besar dengan cepat meski sudah kenyang, yang kerap diikuti rasa bersalah atau depresi setelahnya.

6. Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan yang mendorong penderitanya untuk melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang (kompulsif) demi meredakan kecemasan atau pikiran obsesif yang mengganggu di kepala mereka. Contoh umumnya adalah mencuci tangan berkali-kali karena takut kuman atau memeriksa kunci pintu secara berlebihan.

7. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Gangguan stres pascatrauma terjadi setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa mengerikan yang mengancam jiwa, seperti bencana alam, kecelakaan hebat, perang, atau pelecehan seksual. Penderita PTSD sering kali mengalami mimpi buruk, sulit tidur, serta cenderung menghindari tempat atau hal-hal yang mengingatkan mereka pada trauma tersebut.

8. ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder)

ADHD merupakan gangguan mental yang umumnya terdeteksi sejak masa anak-anak dan dapat berlanjut hingga dewasa. Karakteristik utama dari penderita ADHD adalah kecenderungan berperilaku hiperaktif, impulsif, serta memiliki kesulitan besar untuk mempertahankan fokus pada satu hal dalam jangka waktu tertentu.

Hindari melakukan diagnosis mandiri (self-diagnosis) jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas. Langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional seperti dokter, psikolog, atau psikiater. Melalui perpaduan psikoterapi, bimbingan pola hidup, dan pengobatan yang tepat, gejala gangguan kesehatan mental dapat dikendalikan dengan baik agar penderita bisa kembali menjalani aktivitas secara produktif. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Deasy Mayasari
PenulisDeasy MayasariSarjana Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Malang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2015 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia