Advertisement
Kesehatan

Buah Ceri Baik untuk Penderita Diabetes karena Indeks Glikemiknya Rendah

Buah ceri memiliki indeks glikemik rendah sehingga baik untuk penderita diabetes. Simak manfaat, kandungan nutrisi, dan cara konsumsi yang dianjurkan oleh ahli gizi.

TIMES Indonesia,
Buah Ceri Baik untuk Penderita Diabetes karena Indeks Glikemiknya Rendah
Buah ceri dinilai aman dikonsumsi penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik rendah. (shutterstock)
A-AA+

JAKARTA Buah ceri dapat menjadi pilihan camilan sehat bagi penderita pradiabetes maupun diabetes. Kandungan indeks glikemik yang rendah membuat buah berwarna merah ini tidak memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.

Dilansir dari Eating Well, sejumlah ahli gizi menyebut ceri tidak hanya memiliki rasa manis alami, tetapi juga kaya nutrisi yang bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan dan pengendalian gula darah.

Advertisement

Indeks Glikemik Rendah dan Kaya Antioksidan

Ahli gizi Brittany Poulson, M.D.A., RDN, CDCES menjelaskan bahwa banyak orang menganggap semua buah manis dapat meningkatkan gula darah secara signifikan. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk buah ceri.

"Ceri termasuk buah dengan indeks glikemik rendah berkat kandungan serat, air, dan senyawa tumbuhan alami di dalamnya," ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan ahli gizi olahraga Val Warner, M.S., RD, CSSD, CPT. Menurutnya, ceri memberikan rasa manis sekaligus nutrisi tanpa menyebabkan fluktuasi gula darah yang drastis seperti beberapa sumber karbohidrat lainnya.

Dalam satu cangkir ceri segar terdapat sekitar 22 gram karbohidrat, termasuk 18 gram gula alami dan 3 gram serat. Buah ini juga mengandung berbagai antioksidan, seperti antosianin, polifenol, vitamin C, dan beta-karoten.

Bantu Jaga Gula Darah, Asal Porsinya Tepat

Ahli gizi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN menjelaskan bahwa kandungan serat dan polifenol pada ceri membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa. Dengan demikian, kenaikan gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap.

Advertisement

Selain itu, antosianin yang terkandung dalam ceri juga diyakini dapat meningkatkan sensitivitas insulin serta membantu mengurangi peradangan, dua faktor penting dalam pengelolaan diabetes.

Meski demikian, para ahli mengingatkan pentingnya memperhatikan porsi konsumsi. Routhenstein menyarankan mengonsumsi ceri sekitar setengah hingga satu cangkir dalam sekali makan agar asupan karbohidrat tetap terkendali.

"Jika porsinya berlebihan, beban gula juga akan meningkat meskipun ceri memiliki indeks glikemik rendah," kata Warner.

Para ahli juga menyarankan memilih ceri utuh, baik segar maupun beku, dibandingkan jus ceri atau konsentrat ceri kering. Ceri utuh mengandung lebih banyak serat dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, Brittany Poulson merekomendasikan mengombinasikan ceri dengan sumber protein dan lemak sehat, seperti yogurt Yunani, keju, atau kacang-kacangan.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia