Advertisement
Kesehatan

Nyeri Testis Mendadak Jangan Diabaikan, Dokter Ungkap Tanda Gawat Darurat Urologi

Nyeri testis mendadak, kencing berdarah, hingga pembengkakan pada area kemaluan bisa menjadi tanda gawat darurat urologi. Dokter RSUD dr Soegiri Lamongan mengingatkan pentingnya penanganan cepat.

TIMES Indonesia,
Nyeri Testis Mendadak Jangan Diabaikan, Dokter Ungkap Tanda Gawat Darurat Urologi
Ketua IDI Jatim dr. Budi Himawan, Sp.U, MM, FICS saat melakukan pemeriksaan pasien di Poli Urologi RSUD dr Seogiri Lamongan (Foto : Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Banyak masyarakat menganggap nyeri pada area kemaluan, kencing berdarah, atau pembengkakan setelah benturan sebagai keluhan yang bisa ditunda penanganannya. Padahal, dalam dunia urologi, keterlambatan beberapa jam saja dapat menjadi penentu apakah fungsi organ masih bisa diselamatkan atau justru mengalami kerusakan permanen.

Dokter Spesialis Urologi RSUD dr Soegiri Lamongan, dr. Budi Himawan, Sp.U, MM, FICS, yang mengingatkan masyarakat agar lebih mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan urologi dan segera mencari pertolongan medis.

Advertisement

Menurut dr. Budi, salah satu kondisi paling berbahaya adalah torsio testis, yakni terpuntirnya saluran dan pembuluh darah menuju testis sehingga aliran darah terhenti. Akibatnya, jaringan testis kehilangan pasokan oksigen dan berisiko mengalami kematian permanen dalam waktu singkat. 

"Torsio testis merupakan kondisi gawat darurat. Hasil terbaik biasanya diperoleh apabila operasi dilakukan dalam empat hingga enam jam pertama sejak nyeri muncul. Bila terlambat, testis dapat mengalami kerusakan berat, mengecil, kehilangan fungsi, bahkan harus diangkat," tuturnya. 

Tak hanya torsio testis, dr. Budi juga menyoroti Fournier's gangrene, infeksi berat yang menyerang jaringan di sekitar alat kelamin dan perineum. Penyakit ini dapat berkembang sangat cepat hingga menyebabkan kematian jaringan, sepsis, kegagalan organ, bahkan mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani melalui operasi dan pemberian antibiotik.

"Pada kegawatdaruratan urologi, waktu bukan hanya menentukan kesembuhan, tetapi juga menentukan apakah organ dan nyawa pasien masih dapat diselamatkan," kata dokter yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur. 

Kenali Gejala Sejak Dini

Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah dampak yang lebih berat. dr. Budi menjelaskan, pada kasus torsio testis, gejala khas berupa nyeri hebat yang muncul secara mendadak pada salah satu testis, disertai pembengkakan, posisi testis tampak lebih tinggi, mual, muntah, hingga nyeri perut bagian bawah.

Advertisement

"Sayangnya, keluhan seperti ini masih sering disalahartikan sebagai akibat benturan, kelelahan, atau sekadar masuk angin. Padahal, kondisi ini membutuhkan pemeriksaan segera di Instalasi Gawat Darurat (IGD)," ucapnya. 

Sementara pada Fournier's gangrene, gejala awal dapat berupa nyeri hebat, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar kemaluan, skrotum, selangkangan, atau anus. Meski perubahan kulit tampak ringan, rasa nyeri yang sangat berat harus menjadi sinyal bahaya. Seiring perkembangan penyakit, pasien dapat mengalami demam, keluar cairan berbau, kulit menghitam, hingga penurunan kesadaran.

Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap ruptur kandung kemih yang ditandai kencing berdarah setelah kecelakaan, sulit berkemih, nyeri hebat di perut bawah, dan perut membesar.

Sedangkan trauma ginjal berat umumnya ditandai kencing berdarah, nyeri atau memar di daerah pinggang, lemas, pucat, tekanan darah menurun, hingga penurunan kesadaran. 

"Namun, penting kami ingatkan bahwa tidak semua cedera ginjal berat selalu disertai kencing berdarah. Sehingga riwayat benturan keras tetap memerlukan pemeriksaan di rumah sakit," tuturnya. 

Golden Period Menentukan Keselamatan Organ

Dalam penanganan kasus urologi emergensi, konsep golden period menjadi faktor yang sangat menentukan.
Pada torsio testis, peluang menyelamatkan organ paling tinggi berada pada empat hingga enam jam pertama. Setelah itu, risiko kerusakan permanen meningkat tajam.

Sementara pada Fournier's gangrene, tidak ada waktu yang boleh terbuang. Begitu dicurigai, pasien harus segera distabilkan, diberikan antibiotik, dan menjalani operasi pembersihan jaringan yang telah mati.
Adapun pada trauma ginjal maupun ruptur kandung kemih, kecepatan diagnosis dan tindakan menjadi kunci untuk mempertahankan fungsi ginjal, kandung kemih, serta organ reproduksi.

"Masyarakat tidak perlu mencoba menghitung sendiri apakah masih berada dalam waktu emas atau tidak. Begitu muncul gejala kegawatdaruratan, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit," ujar mantan Ketua IDI Lamongan. 

RSUD dr Soegiri Perkuat Layanan Kegawatdaruratan Urologi

Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Lamongan, RSUD dr Soegiri terus memperkuat sistem penanganan kasus-kasus urologi emergensi melalui kolaborasi lintas disiplin.

Menurut dr. Budi, pelayanan melibatkan koordinasi cepat antara IGD, dokter spesialis urologi, dokter anestesi, radiologi, laboratorium, bank darah, kamar operasi, hingga tim perawatan intensif.

Setibanya pasien di rumah sakit, prioritas utama adalah menstabilkan kondisi jalan napas, pernapasan, sirkulasi, serta menghentikan perdarahan apabila ditemukan. Pemeriksaan penunjang dilakukan sesuai kebutuhan tanpa menghambat tindakan operasi apabila kondisi klinis sudah menunjukkan kegawatdaruratan.

Pada kasus torsio testis, persiapan operasi dilakukan secepat mungkin. Begitu pula pada Fournier's gangrene yang membutuhkan antibiotik, resusitasi, dan operasi secara terkoordinasi. Sementara trauma ginjal maupun ruptur kandung kemih ditangani berdasarkan tingkat keparahan cedera dan kondisi pasien.

"Kami terus memperkuat sistem rujukan, kesiapan tim, fasilitas diagnostik, kamar operasi, dan koordinasi lintas disiplin agar pasien memperoleh penanganan definitif tanpa keterlambatan yang tidak perlu," katanya.

Dokter Spesialis Urologi RSUD dr Soegiri Lamongan ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tanda-tanda bahaya pada sistem saluran kemih dan organ reproduksi.

"Jangan mengabaikan nyeri testis yang muncul mendadak, kencing berdarah setelah kecelakaan, sulit berkemih setelah benturan, atau pembengkakan dan perubahan warna pada daerah kemaluan. Pada kegawatdaruratan urologi, beberapa jam dapat menentukan apakah organ masih dapat diselamatkan," ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moch Nuril Huda
PenulisMoch Nuril HudaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia