Bintik Merah di Kulit Jangan Diabaikan, Ini Penyebab dan Tanda Bahayanya
Bintik merah kecil di kulit tidak selalu berbahaya, tetapi juga tidak boleh diabaikan. Dokter menjelaskan kondisi tersebut bisa disebabkan petechiae, cherry angioma, ruam panas, hingga reaksi alergi.
JAKARTA – Bintik merah kecil yang tiba-tiba muncul di kulit kerap membuat sebagian orang panik. Ukurannya memang kecil, tetapi kemunculannya sering memunculkan pertanyaan: apakah kondisi tersebut berbahaya atau hanya gangguan kulit biasa?
Menurut para dokter kulit, tidak semua bintik merah memiliki penyebab yang sama. Sebagian memang tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, ada pula yang menjadi sinyal awal gangguan kesehatan sehingga tidak boleh diabaikan.
Dilansir dari Yahoo Health, bintik merah kecil di kulit dapat muncul akibat berbagai kondisi, mulai dari petechiae, cherry angioma, ruam panas, hingga reaksi alergi. Karena itu, mengenali karakteristiknya menjadi langkah penting sebelum menentukan penanganan yang tepat.
Petechiae, Bintik Merah yang Tidak Memudar Saat Ditekan
Salah satu penyebab yang paling sering menjadi perhatian dokter adalah petechiae. Kondisi ini ditandai dengan bintik merah atau ungu berukuran sangat kecil akibat pecahnya pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit.
Berbeda dengan ruam biasa, petechiae tidak akan memudar atau berubah warna ketika ditekan menggunakan jari atau benda bening seperti gelas.
Menurut ahli dermatologi yang dikutip Yahoo Health, petechiae bisa muncul setelah aktivitas fisik berat, batuk atau muntah yang terlalu kuat, hingga akibat cedera ringan. Namun, pada beberapa kasus, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan infeksi virus, gangguan pembekuan darah, efek samping obat tertentu, bahkan penyakit yang memengaruhi trombosit.
Karena itu, dokter menyarankan seseorang segera memeriksakan diri apabila bintik merah muncul tiba-tiba dalam jumlah banyak, disertai demam, mudah memar, atau perdarahan yang tidak biasa.
Cherry Angioma, Umumnya Tidak Berbahaya
Selain petechiae, bintik merah di kulit juga sering disebabkan cherry angioma.
Kondisi ini berupa benjolan kecil berwarna merah cerah yang terbentuk akibat pertumbuhan pembuluh darah di bawah kulit. Cherry angioma umumnya muncul pada orang dewasa dan jumlahnya dapat bertambah seiring bertambahnya usia.
Meski tampilannya mencolok, kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit maupun gangguan kesehatan serius.
Dokter biasanya tidak merekomendasikan pengobatan kecuali cherry angioma sering berdarah karena tergesek atau mengganggu penampilan. Pengangkatannya dapat dilakukan melalui prosedur laser atau tindakan medis sederhana.
Bisa Dipicu Alergi hingga Ruam Panas
Bintik merah juga dapat muncul akibat reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, kosmetik, maupun gigitan serangga.
Pada kondisi ini, bintik merah umumnya disertai rasa gatal, kulit membengkak, atau muncul bentol.
Sementara itu, cuaca panas dan kelembapan tinggi juga dapat menyebabkan biang keringat (heat rash). Penyumbatan saluran keringat membuat kulit memunculkan bintik-bintik merah kecil yang terasa gatal atau perih.
Keluhan tersebut biasanya membaik setelah tubuh didinginkan dan kulit dijaga tetap kering.
Perhatikan Gejala Penyerta
Dokter menekankan bahwa yang perlu diperhatikan bukan hanya bentuk bintik merah, tetapi juga gejala lain yang menyertainya.
Apabila bintik merah disertai demam tinggi, sesak napas, nyeri hebat, pembengkakan, atau menyebar dengan cepat, kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan medis sesegera mungkin.
Begitu pula jika bintik merah muncul tanpa sebab yang jelas dan tidak kunjung hilang dalam beberapa hari.
Pemeriksaan oleh dokter kulit atau dokter umum diperlukan untuk memastikan penyebabnya melalui evaluasi fisik maupun pemeriksaan penunjang bila diperlukan.
Jangan Langsung Menyimpulkan Penyakit
Mudahnya memperoleh informasi di media sosial membuat banyak orang terburu-buru menyimpulkan bahwa bintik merah merupakan tanda penyakit tertentu.
Padahal, satu jenis kelainan kulit dapat memiliki banyak penyebab berbeda.
Karena itu, dokter mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung mengobati sendiri menggunakan salep atau obat tanpa mengetahui penyebabnya.
Menjaga kebersihan kulit, menghindari pemicu alergi, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mengkhawatirkan menjadi langkah terbaik.
Meski sebagian besar bintik merah di kulit tidak berbahaya, mengenali perbedaannya dapat membantu seseorang memperoleh penanganan yang tepat dan mencegah kondisi yang lebih serius berkembang tanpa disadari.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


