Advertisement
Kesehatan

13 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Freezer, Ini Alasannya

sebelum menyimpan makanan di freezer, pastikan bahan tersebut memang aman untuk dibekukan agar kualitas rasa, tekstur, dan nilai gizinya tetap terjaga.

TIMES Indonesia,
13 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Freezer, Ini Alasannya
Ada 13 jenis makanan yang sebaiknya tidak disimpan di freezer atau hanya dibekukan dengan cara tertentu.
A-AA+

JAKARTA Freezer memang menjadi solusi praktis untuk memperpanjang masa simpan makanan. Namun, tidak semua jenis makanan cocok dibekukan. Beberapa justru mengalami perubahan tekstur, rasa, bahkan kualitas setelah dicairkan kembali.

"Pembekuan adalah cara yang baik untuk mengawetkan makanan, tetapi tidak semua bahan pangan mampu mempertahankan kualitasnya di dalam freezer," kata Kasiviswanathan Muthukumarappan, profesor di South Dakota State University dan anggota Institute of Food Technologists.

Advertisement

Berikut 13 jenis makanan yang sebaiknya tidak disimpan di freezer atau hanya dibekukan dengan cara tertentu.

1. Selada dan Sayuran Hijau

Selada, arugula, bayam, dan sayuran hijau lainnya mengandung banyak air. Saat dibekukan, air mengembang dan merusak struktur sel sehingga daun menjadi layu dan lembek setelah dicairkan. Meski tidak lagi cocok untuk salad, sayuran ini masih bisa digunakan pada masakan matang.

2. Telur Utuh dalam Cangkang

Telur yang dibekukan bersama cangkangnya berisiko retak karena cairan di dalamnya mengembang. Jika ingin membekukan telur, pecahkan dan kocok terlebih dahulu, lalu simpan dalam wadah kedap udara.

3. Makanan Berbahan Dasar Telur

Custard, meringue, atau olahan lain berbahan dasar telur juga tidak tahan pembekuan. Protein telur berubah sehingga teksturnya menjadi kenyal atau berair setelah dicairkan.

4. Mayones dan Saus Berbasis Mayones

Mayones akan pecah saat dibekukan. Minyak dan air terpisah sehingga tekstur lembutnya berubah menjadi encer.

Advertisement

5. Buah dengan Kandungan Air Tinggi

Semangka dan jeruk tidak cocok disimpan di freezer karena akan menjadi lembek setelah dicairkan. Jika terlanjur dibekukan, buah ini lebih cocok dijadikan jus atau smoothie.

6. Pasta yang Sudah Dimasak

Pasta matang menyerap kelembapan selama pembekuan sehingga teksturnya mudah lembek. Jika ingin membekukan lasagna atau pasta panggang, sebaiknya masak setengah matang terlebih dahulu.

7. Produk Susu Bertekstur Krim

Krim keju, sour cream, susu, dan yogurt akan mengalami perubahan tekstur setelah dibekukan. Meski kurang enak dikonsumsi langsung, bahan-bahan ini masih bisa dimanfaatkan untuk kue atau smoothie.

8. Keju Lunak

Keju seperti ricotta dan brie akan menjadi berbutir setelah dibekukan. Namun, masih layak digunakan sebagai bahan masakan yang dipanggang.

9. Kentang Mentah

Kentang mentah cenderung menjadi lembek, berair, atau berubah warna setelah keluar dari freezer. Memasaknya terlebih dahulu akan membantu mempertahankan kualitasnya.

10. Mentimun

Mentimun sebagian besar terdiri dari air sehingga akan kehilangan kerenyahannya setelah dibekukan. Jika perlu disimpan, lebih baik dihaluskan untuk sup atau smoothie.

11. Makanan Gorengan

Ayam goreng, kentang goreng, dan makanan renyah lainnya akan kehilangan kerenyahan karena menyerap kelembapan di freezer. Air fryer dapat membantu mengembalikan sebagian teksturnya, tetapi hasilnya tidak akan sama seperti baru digoreng.

12. Rempah Segar

Daun basil, peterseli, dan rempah segar lain kehilangan aroma serta tekstur setelah dibekukan. Untuk mempertahankan cita rasanya, rempah dapat dibekukan bersama minyak atau mentega sebagai bumbu masak.

13. Minuman Bersoda

Minuman berkarbonasi tidak disarankan dimasukkan ke freezer. Cairan yang membeku akan mengembang dan dapat menyebabkan botol atau kaleng pecah. Kalaupun wadah tetap utuh, karbonasinya akan hilang sehingga minuman menjadi hambar.

Mengapa Tidak Semua Makanan Cocok Dibekukan?

Menurut para ahli, pembekuan paling sering merusak makanan yang memiliki kandungan air tinggi atau emulsi, seperti mayones dan produk susu. Air yang berubah menjadi es akan mengembang dan merusak struktur sel, sehingga tekstur makanan berubah saat dicairkan.

Karena itu, sebelum menyimpan makanan di freezer, pastikan bahan tersebut memang aman untuk dibekukan agar kualitas rasa, tekstur, dan nilai gizinya tetap terjaga. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia