Advertisement
Kesehatan

Jangan Salah Kaprah, Protein Sebelum Tidur Belum Tentu Membuat Tidur Lebih Berkualitas

Protein sebelum tidur sering disebut mampu membantu pemulihan otot dan membuat tidur lebih berkualitas. Namun, para ahli menyebut manfaat tersebut belum memiliki bukti kuat untuk meningkatkan kualitas tidur secara langsung.

TIMES Indonesia,
Jangan Salah Kaprah, Protein Sebelum Tidur Belum Tentu Membuat Tidur Lebih Berkualitas
Konsumsi protein pada malam hari banyak dilakukan oleh atlet dan penggemar kebugaran. (thepadeldirectory.co.uk)
A-AA+

JAKARTA Bagi sebagian orang, segelas susu tinggi protein atau makanan kaya protein sebelum tidur kini menjadi bagian dari rutinitas malam. Kebiasaan tersebut populer terutama di kalangan atlet dan mereka yang sedang membangun massa otot.

Anggapan yang berkembang cukup sederhana. Protein sebelum tidur diyakini mampu memperbaiki jaringan otot selama tubuh beristirahat. Bahkan, ada klaim bahwa kebiasaan tersebut juga dapat membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

Advertisement

Namun, apakah protein benar-benar memiliki kemampuan khusus untuk meningkatkan kualitas tidur?

Jawabannya belum sesederhana itu. Para ahli menyebut manfaat protein sebelum tidur terhadap kualitas tidur masih belum memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat.

Ahli gizi olahraga menyampaikan bahwa konsumsi protein sebelum tidur memang memiliki manfaat tertentu bagi tubuh, terutama dalam mendukung proses pemulihan otot. Namun, hubungan langsung antara konsumsi protein malam hari dengan peningkatan kualitas tidur belum terbukti secara meyakinkan.

Protein Tetap Penting untuk Tubuh

Protein merupakan salah satu zat gizi utama yang dibutuhkan tubuh. Nutrisi ini berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan, membentuk hormon, menjaga sistem imun, serta mempertahankan massa otot.

Bagi orang yang aktif berolahraga, asupan protein menjadi semakin penting. Saat melakukan aktivitas fisik, otot mengalami tekanan dan membutuhkan nutrisi untuk proses pemulihan.

Advertisement

Karena itu, banyak atlet memilih mengonsumsi protein setelah latihan atau menjelang tidur. Tujuannya bukan semata untuk membuat tidur lebih berkualitas, tetapi membantu menyediakan bahan baku bagi tubuh saat melakukan regenerasi.

Beberapa jenis protein seperti kasein memang memiliki karakteristik dicerna lebih lambat. Kondisi ini membuat asam amino dilepaskan secara bertahap ke dalam tubuh selama beberapa jam.

Mekanisme tersebut dianggap membantu proses pemulihan otot ketika seseorang tidur. Namun, manfaat ini berbeda dengan klaim bahwa protein secara langsung membuat seseorang tidur lebih pulas.

Kualitas Tidur Dipengaruhi Banyak Faktor

Tidur yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan atau minuman. Banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi fisik, tingkat stres, kebiasaan harian, hingga lingkungan tempat tidur.

Seseorang yang mengonsumsi protein sebelum tidur tetapi masih sering begadang, menggunakan perangkat digital hingga larut malam, atau memiliki pola tidur tidak teratur tetap berpotensi mengalami gangguan tidur.

Para ahli menilai, menjaga rutinitas tidur yang konsisten jauh lebih berpengaruh terhadap kualitas istirahat.

Tidur cukup selama tujuh hingga sembilan jam per malam, mengurangi paparan cahaya layar sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman menjadi langkah dasar untuk mendapatkan tidur yang lebih baik.

Jangan Salah Memilih Asupan Malam Hari

Meski protein bukan solusi utama untuk memperbaiki tidur, bukan berarti konsumsi protein sebelum tidur harus dihindari.

Bagi sebagian orang, makanan berprotein justru dapat menjadi pilihan camilan malam yang lebih sehat dibanding makanan tinggi gula atau lemak.

Namun, jumlah dan jenis protein tetap perlu diperhatikan. Mengonsumsi makanan dalam porsi besar menjelang tidur justru dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras.

Kondisi tersebut bisa mengganggu kenyamanan saat beristirahat, terutama bagi orang yang memiliki masalah pencernaan.

Pilihan seperti susu rendah gula, yogurt, telur, atau sumber protein ringan lainnya dapat menjadi alternatif jika seseorang membutuhkan asupan tambahan sebelum tidur.

Pola Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci

Fenomena protein sebelum tidur menunjukkan semakin meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan dan kebugaran.

Banyak orang mulai memahami bahwa nutrisi memiliki peran besar dalam menjaga tubuh tetap bugar. Namun, setiap tren kesehatan tetap perlu dilihat berdasarkan bukti ilmiah, bukan hanya berdasarkan popularitas.

Protein tetap menjadi nutrisi penting yang mendukung kesehatan tubuh. Akan tetapi, kualitas tidur membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.

Mengatur jadwal tidur, berolahraga secara rutin, mengelola stres, serta memenuhi kebutuhan nutrisi harian merupakan kombinasi yang lebih efektif.

Pada akhirnya, tidur yang berkualitas tidak datang hanya dari satu kebiasaan. Tubuh membutuhkan keseimbangan antara makanan yang baik, aktivitas fisik, dan gaya hidup yang teratur.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia